Petani di Sumbawa Tewas Kesetrum Mesin Kejut

Petani di Sumbawa Tewas Kesetrum Mesin Kejut

Sumbawa, SelarasNews.id – Seorang petani di Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat ditemukan meninggal dunia akibat tersengat listrik dari mesin kejut rakitan yang terpasang di area persawahan.

Kapolres Sumbawa, AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K. melalui Kapolsek Moyo Hilir, IPTU Husni membenarkan adanya laporan tersebut. “Peristiwa tragis ini terjadi pada Rabu, (24/9) sekitar pukul 18.20 Wita. Korban berinisial S (52). Penemuan bermula saat saksi Saparuddin, yang juga seorang petani, hendak pulang dari sawah” sambungnya.

Ia menceritakan saat melintas di area persawahan milik A.H, saksi melihat korban terbaring dan tidak bergerak. Awalnya, saksi mengira korban sedang bercanda. Namun, setelah dihampiri dan disentuh, tubuh korban sudah terasa dingin dan kaku. Panik, saksi langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

Tak lama kemudian, warga berdatangan, termasuk saksi lain yaitu J.A. Kemudian korban segera dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Manambai Abdulkadir (RSMA) Sumbawa, untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia oleh petugas medis.

Pada pukul 20.00 Wita, jenazah korban dibawa pulang ke rumah duka. Tim Identifikasi Polres Sumbawa tiba di lokasi sekitar pukul 21.00 Wita untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan, diketahui korban tersengat listrik dari mesin kejut rakitan yang sudah terpasang selama kurang lebih 3 tahun di sawah milik A.H

“Pemasangan mesin kejut rakitan tersebut bertujuan untuk mengamankan sawah, namun aliran listriknya mengambil dari rumah pemilik sawah. Mesin tersebut diduga mengenai bagian atas pipi kanan korban,” ungkapnya.

Pihak kepolisian telah melakukan sejumlah tindakan, termasuk mengecek kondisi korban, mengamankan barang bukti berupa mesin kejut dan kabelnya, serta membuat berita acara penolakan autopsi dari keluarga korban.  (SN/01)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *