Wujudkan Swasembada Pangan, Area Irigasi Bendungan Beringin Sila Ditambah 1.700 Hektare

Wujudkan Swasembada Pangan, Area Irigasi Bendungan Beringin Sila Ditambah 1.700 Hektare

Sumbawa, SelarasNews.id –  Sebagai upaya kongkrit dalam mewujudkan Swasembada Pangan untuk tahun 2026 akan datang Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia akan mengerjakan tambahan area irigasi seluas 1.700 hektare, sehingga total layanan Bendungan Beringin Sila akan mencapai 3.500 hektare.

Bendungan ini telah diresmikan sejak 29 Desember 2022 dan kini menjadi tulang punggung penyedia air irigasi di wilayah tengah Pulau Sumbawa.

Baca juga : Dorong Swasembada Pangan Sumbawa, Menteri PU Tuntaskan Irigasi Bendungan Beringin Sila

Bendungan Beringin Sila memiliki kapasitas tampung 32,75 juta meter kubik dan luas genangan 126 hektare berpotensi menyediakan layanan air irigasi untuk lahan pertanian sekitar 3.500 hektare, terdiri dari areal eksisting seluas 2.164 hektare dan pengembangan baru seluas 1.100 hektare di wilayah Bukit Tinggi dan Penyengar.

Dengan adanya bendungan ini, indeks pertanaman (IP) di wilayah irigasi meningkat dari 130 % menjadi 230 %, sehingga memungkinkan petani menanam padi dua kali dan jagung satu kali dalam setahun.

Untuk mendukung optimalisasi fungsi bendungan, Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I sudah menyelesaikan Peningkatan Jaringan Irigasi DI. Beringin Sila Tahap I pada Tahun Anggaran 2024 mencakup pembangunan saluran primer dan sekunder sepanjang 3,68 kilometer dengan luasan layanan 167,7 hektare

Baca juga : Sumbawa Dapat 175 Unit Alsintan Dari Kementerian Selama Tahun 2025

“Tahap lanjutan akan dilakukan pada Tahun Anggaran 2026/2027 untuk memperluas cakupan layanan sesuai rencana pengembangan sehingga total 3.500 hektare,” ungkap Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Dody Hanggodo saat melakukan kunjungan kerja ke Bendungan Beringin Sila pada Minggu, (19/10).

Ia menambahkan selain fungsi irigasi, Bendungan Beringin Sila juga memberikan manfaat lain berupa penyediaan air baku 76 liter per detik, potensi PLTM berkapasitas 1,4 MW, serta reduksi banjir hingga 85 meter kubik per detik atau sekitar 32,7 % dari potensi banjir di Kecamatan Utan. Kawasan bendungan juga dikembangkan untuk perikanan tangkap dan wisata air, yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

“Sangat penting menjaga kelestarian lingkungan di sekitar waduk untuk menjamin umur layanan bendungan tetap optimal. Kita sudah melihat di atas masih ada lahan jagung yang cukup luas. Kalau musim hujan, erosi dari lahan itu bisa mempercepat sedimentasi bendungan. Karena itu, kami minta kegiatan tanam jagung jangan dilakukan di area sekitar bendungan agar kapasitas tampungan tetap terjaga,” pesannya.

Sementara itu, Ketua GP3A Salimbebebe Beringin Sila, A. Majid, menyampaikan rasa syukur atas manfaat nyata Bendungan Beringin Sila.

Baca juga : Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Bupati Sumbawa Dukung Kemitraan Petani dengan PT. Esa Sampoerna

“Dulu sebelum ada bendungan ini, kami cuma bisa tanam padi satu sampai dua kali setahun, itu pun tergantung hujan. Sekarang Alhamdulillah sudah bisa tiga kali tanam karena airnya lancar terus, tidak berhenti walau musim kemarau. Hasil panen jadi lebih banyak, penghasilan meningkat, bahkan banyak teman-teman petani yang sudah bisa daftar umroh,” tutupnya. (SN/01)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *