Sumbawa, SelarasNews.id – Peristiwa tanah longsor kembali terjadi di wilayah Kabupaten Sumbawa. Kali ini, sebuah rumah milik warga di Dusun Buin Pandan, Desa Karang Dima, Kecamatan Badas, mengalami kerusakan parah akibat longsor yang terjadi Pada Minggu, (19/10) sekitar pukul 23.30 WITA.
Rumah milik Wayan Gemuh (75) itu dihuni oleh tiga orang dan saat kejadian, anak perempuannya, Ni Komang Dewi Cahyani (17), tengah berada di dalam kamar, tiba-tiba dinding samping rumah ambruk menimpanya, menyebabkan luka ringan di bagian belakang tubuhnya.
Baca juga : BPBD Sumbawa Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Kelurahan Pekat
Sementara sang ayah saat itu berada di warung depan rumah berhasil selamat.

Kejadian ini dilaporkan ke kepala desa setempat dan pada pagi harinya datang melakukan pendataan, Sementara Tim dari BPBD Kabupaten Sumbawa, setelah menerima laporan dari Desa langsung turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan dan pendataan kerusakan.
Kalak BPBD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nurhidayat, ST. Melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumbawa, Dr. Rusdianto AR, menjelaskan bahwa lokasi rumah korban berada tepat di bawah tebing bekas galian C, yang menjadi penyebab utama longsor.
Baca Juga : BPBD Sumbawa Bentuk Desa Rhee Loka Sebagai Destana
“Rumah dalam kondisi rusak parah. Saat kejadian, pemilik rumah sedang berada di warung yang terpisah dengan bangunan utama, sementara anaknya berada di dalam rumah dan sempat tertimpa tembok. Korban mengalami luka ringan, namun kini masih dalam keadaan trauma,” ungkap Rusdianto.
Untuk sementara, keluarga korban mengungsi di warung depan rumah mereka yang masih aman dari longsor.

Kerugian akibat peristiwa ini ditaksir mencapai 200 juta Rupiah, meliputi kerusakan satu unit AC, satu unit televisi, satu kulkas, serta berbagai perabotan rumah tangga lainnya. Rumah yang baru ditempati selama empat bulan itu kini tak lagi bisa dihuni.
Pihak BPBD Kabupaten Sumbawa mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi tanah longsor dan angin kencang, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar tebing, lereng, atau bekas galian. (SN/01)

