Sumbawa, SelarasNews.id – Belasan desa di Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat, tercatat masih mengalami kekeringan. Kondisi itu diakibatkan karena sumur warga mengering dan layanan PDAM tidak berjalan maksimal.
Kondisi kekeringan dan krisis air bersih di Kabupaten Sumbawa terjadi setiap tahun dan tahun ini kondisi tersebut menurun dari tahun sebelumnya.
Baca juga : Musim Peralihan, BPBD Sumbawa Meminta Masyarakat Waspada Bencana Hidrometeorologi
Kepala Markas PMI Sumbawa, Iskandar Dinata, yang ditemui media ini disela-sela mendistribusikan air bersih pada Rabu, (22/10) mengatakan saat ini terjadi kekeringan di 13 desa sesuai dengan permintaan permohonan air bersih yang masuk.

“Masing-masing desa terletak di Kecamatan Lape, Moyo Hilir, Plampang, Maronge dan Moyo Utara. Lokasi yang paling parah terjadi kekeringan berdasarkan data yang kami miliki yakni di wilayah bagian Utara Kabupaten Sumbawa, terutama di lokasi yang dekat dengan laut,” ungkapnya.
Ia menambahkan untuk sementara solusi terkait persoalan kekeringan ini adalah dengan melakukan pendistribusian air bersih dan pendistribusian sudah dilakukan sesuai permintaan di 13 desa.
Baca juga : Pastikan MBG Merata, Pemda Sumbawa Ajukan 30 SPPG Untuk 16 Kecamatan Wilayah 3T
“Kami setiap hari melakukan pendistribusian air bersih sebanyak 15.000 hingga 30.000 liter pada desa-desa yang mengalami krisis air bersih,” ujarnya.
Ia mengungkapkan distribusi air bersih tersebut merupakan salah satu Program PMI Sumbawa yang sudah dilaksanakan sejak beberapa tahun lalu dan saat ini disiagakan dua mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih.

“Distribusi air bersih ini akan tetap kami lakukan selama masih ada permintaan dari masyarakat yang kesulitan dan kekurangan air bersih,” sambungnya.
Sementara itu, Surya, salah seorang warga mengatakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih untuk minum, masak, hingga mencuci selain membeli juga mengambil air ke kerabat yang ada airnya.
Baca juga : Kerap Terjadi Jelang Musim Tanam, Masyarakat Sumbawa Diminta Waspada Kebakaran Lahan
Surya berharap adanya solusi dari pemerintah karena kondisi ini dialami warga setiap tahun meski memiliki layanan perusahaan daerah air minum (PDAM) tapi belum maksimal dan sebagian masyakarat tidak mendapatkan layanan air bersih. (SN/01)

