Musim Peralihan,  BPBD Sumbawa Meminta Masyarakat Waspada Bencana Hidrometeorologi 

Musim Peralihan,  BPBD Sumbawa Meminta Masyarakat Waspada Bencana Hidrometeorologi 

Sumbawa, SelarasNews.id – Kabupaten Sumbawa saat sedang dalam masa peralihan musim. Pada masa ini bencana hidrometeorologi seperti angin kencang, puting beliung, tanah longsor, gelombang tinggi bahkan banjir sudah mulai terjadi. Karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat meminta masyarakat selalu waspada akan bencana tersebut.

“Belajar dari tahun-tahun sebelumnya dan apa yang sudah mulai terjadi saat peralihan musim seperti saat ini, kami meminta kepada seluruh warga untuk mewaspadai kemungkinan terjadi bencana agar tidak ada korban jiwa,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nurhidayat, saat ditemui media ini di ruang kerjanya pada Rabu, (22/10).

Baca juga : BPBD Sumbawa Bentuk Desa Rhee Loka Sebagai Destana

Ia mengatakan pada saat memasuki musim penghujan seperti ini biasanya akan terjadi perubahan cuaca mendadak yang berpotensi terjadi bencana alam, seperti angin kencang, puting beliung, gelombang tinggi, tanah longsor bahkan hingga banjir.

“Saat ini aja sudah ada satu rumah di Kecamatan Labuhan Badas yang tertimpa longsor, kemudian tujuh rumah di Kecamatan Utan dan dua rumah di Kecamatan Buer yang rusak akibat angin puting beliung,” terangnya.

Selama ini, pihaknya bekerja sama dengan instansi terkait, pemerintah desa dan pemerintah kecamatan telah melakukan pemetaan dan pendataan daerah rawan bencana.

Baca juga : Pastikan MBG Merata, Pemda Sumbawa Ajukan 30 SPPG Untuk 16 Kecamatan Wilayah 3T

“Kami sudah mendata ada sekitar puluhan titik rawan bencana yang tersebar di berbagai kecamatan yang potensial untuk terjadi bencana seperti banjir rob, angin kencang, puting beliung bahkan banjir. Begitu juga dengan potensi bencana lain seperti abrasi dan bencana lain yang biasa disebabkan oleh curah hujan tinggi, sudah kami data semua,” jelasnya.

Ia menambahkan saat ini intensitas hujan masih termasuk kategori ringan, namun potensi-potensi bencana akibat cuaca peralihan harus tetap diwaspadai, terutama yang berada di wilayah pesisir selalu waspada dan siaga pada saat masa pergantian musim seperti saat ini.

“Kepada para nelayan dan warga yang biasa beraktivitas di laut saya berharap selalu meningkatkan kewaspadaan dengan memperhatikan kondisi cuaca di sekitar dan memantau prakiraan cuaca yang diterbitkan BMKG,” harapnya.

Hal ini, penting dilakukan warga sebelum memutuskan berangkat melaut guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja.

Baca juga : Rumah Warga di Sumbawa Rusak Parah Diterjang Longsor

“Dengan kondisi seperti ini masyarakat harus melengkapi diri dengan berbagai kelengkapan keselamatan, selain itu kami tetap menyiagakan personel  Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) di setiap kecamatan yang siap siaga selama 24 jam,” tutupnya. (SN/01)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *