Antisipasi Kelangkaan Pupuk Saat Musim Tanam, Petani Diminta Segera Tebus Pupuk

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Saat Musim Tanam, Petani Diminta Segera Tebus Pupuk

Sumbawa, SelarasNews.id – Sebagai upaya menghindari kelangkaan pupuk saat musim tanam serentak di Kabupaten Sumbawa, petani diminta untuk segera menebus pupuk subsidi sebelum musim tanam.

Hal ini perlu dilakukan karena kebutuhan pupuk saat musim tanam serentak meningkat dan ketersediaan gudang tidak mencukupi.

Baca juga : Momentum Hari Pangan Dunia, Petani di Sumbawa Minta Pemerintah Pastikan Harga Jagung dan Pupuk Subsidi Sesuai Aturan

Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sumbawa, meminta kepada para petani agar segera melakukan penebusan pupuk yang sudah digelontorkan pemerintah untuk menekan terjadinya hal yang tidak diinginkan apalagi saat ini sudah memasuki musim penghujan.

Kuota pupuk sudah 100 persen direalisasikan oleh pemerintah pusat, sementara yang menjadi masalah saat ini penebusan pupuk yang dilakukan petani masih belum maksimal sehingga harus segera dilaksanakan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ni Wayan Rusmawati, yang ditemui media ini pada Kamis, (23/10) di ruang kerjanya mengatakan Berdasarkan data untuk pupuk urea Sumbawa mendapatkan kuota sebanyak 62.598, 90 ton sementara realisasinya sekitar 44. 534, 14 ton. Sehingga masih ada sisa 18. 064, 76 ton atau sekitar 28, 86 persen yang harus segera diserap oleh para petani.

Baca juga : Dinilai Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Menteri PU Upayakan Pembangunan Bendungan Kerekeh

“Begitu juga untuk pupuk NPK kuota alokasi untuk Kabupaten Sumbawa sebanyak 48. 574 ton sementara realisasi hingga saat ini baru di angka 27. 156, 96 ton  atau sekitar 55, 91 persen,” sambungnya.

Ia mengimbau kepada seluruh petani untuk bisa segera melakukan penebusan terhadap pupuk tersebut karena waktunya sudah semakin mepet.

“Jangan sampai pupuk yang tersedia saat ini dialihkan ke daerah lain karena pupuk tidak kunjung ditebus oleh petani,” ungkapnya.

Para petani yang bisa melakukan penebusan terhadap pupuk tersebut yakni petani yang namanya sudah masuk dalam kelompok Simultan yang terdapat di 24 kecamatan.

Baca juga : Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Bupati Sumbawa Dukung Kemitraan Petani dengan PT. Esa Sampoerna

“Jika tidak terealisasi 100 persen, maka pupuk tersebut akan dialihkan ke daerah lain,” jelasnya.

Ni Wayan Rusmawati tidak ingin pupuk tersebut dialihkan ke daerah lain karena Sumbawa masih membutuhkan. “Karena itu, saya terus mengimbau kepada seluruh petani untuk segera melakukan penebusan,” tutupnya. (SN/01)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *