Sumbawa, SelarasNews.id – Memasukan musim tanam musim hujan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa, melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sumbawa memastikan stok pangan strategis yang masih aman, meskipun beberapa komoditi stoknya menipis.
Saat ini di kabupaten Sumbawa harga untuk 12 komoditi strategis seperti beras, jagung, daging sapi, daging ayam, minyak goreng, gula pasir, cabe rawit, cabe besar, bawang merah, bawang putih dan kedeia masih stabil dan tidak mengalami kenaikan maupun penurunan harga.
Baca juga : Program MBG Pemerintah Pusat Mampu Menggerakkan Ekonomi Dari Lapisan Bawah
Beras saat ini tersedia sebanyak 42.846 ton dan bertahan selama 38 Minggu, kemudian jagung tersedia sebanyak 3.713 ton dan bertahan selama 119 Minggu, minyak goreng tersedia sebanyak 9.406 ton dan bertahan selama 93 Minggu, bawang merah tersedia sebanyak 1.913 ton dan bertahan selama 58 Minggu.
“Sementara untuk komoditi lainnya seperti daging sapi, daging ayam, telur ayam, gula pasir, cabe rawit, cabe besar, bawang putih dan kedelai tersedia mulai dari 23 ton hingga ratusan ton dan bertahan selama seminggu hingga 26 Minggu,” ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sumbawa, Ahmad Yani melalui Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sumbawa, syaihuddin, saat ditemui media ink di ruang kerjanya pada Kamis, (30/10).

Ia mengatan stok pangan saat ini tetap stabil karena stok masih tersedia dan bertanam puluhan Minggu.
“Untuk bahan pangan yang sangat mudah busuk dan mudah busuk tersedianya sekitar beberapa Minggu dan dapat dipastikan stoknya tetap aman karena tetap terdistribusi setiap hari,” tambahnya.
Ia mengungkapkan kondisi bahan pokok strategis saat ini masih stabil dan pihaknya akan berkoordinasi dengan distributor untuk menjaga ketersediaan bahan pokok tetap stabil dan aman.
Baca juga: Iqbal-Dinda Masih Jalankan APBD Warisan Pemerintah Sebelumnya dan Tahun ini Belum Bisa Optimal
“Masyarakat tidak perlu panik menjelang hari besar keagamaan, karena tidak semua kebutuhan pokok ikut naik harga pada hari-hari seperti biasanya,” jelasnya.
Ia mendorong masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayur-sayuran guna mendukung kebutuhan harian. (SN/01)

