Bantu Petani Manfaatkan Keberadaan Program MBG, Pemda Sumbawa Tingkatkan Kapasitas Petani

Bantu Petani Manfaatkan Keberadaan Program MBG, Pemda Sumbawa Tingkatkan Kapasitas Petani

Sumbawa, SelarasNews.id – Sebagai Upaya meningkatkan Kompetensi dan Kemampuan Petani di Kabupaten Sumbawa, Pemerintah Daerah setempat melaksanakan sekolah lapang.

Langkah dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan sayur maupun buah untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumbawa.

“Program  MBG ini memiliki pasar yang jelas dan Petani di Kabupaten Sumbawa diminta untuk memanfaatkan keberadaan program ini untuk peningkatan produksi dan ekonomi. Seperti halnya sayur dan buah karena sebagian besar masih didatangkan dari luar daerah,” ungkap Kepala Bappeda Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedi Heriwibowo, saat ditemui media ini di ruang kerjanya pada, Senin, (10/11).

Baca juga : Upaya Pemerataan Program MBG, Sumbawa Dapat tambahan 32 SPPG wilayah 3T

Ia mengatakan Program MBG yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto bukan hanya sebuah upaya investasi sumber daya manusia, tetapi juga strategi pembangunan ekonomi seperti sektor pertanian.

“Dalam pelaksanaannya ke depan, program ini memicu dampak yang signifikan, baik dari sisi peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan maupun dari sisi ketahanan pangan nasional,” jelasnya.

Program ini tidak hanya memberikan makan bergizi, tetapi juga membuka peluang bagi pembangunan terintegrasi sektor pangan seperti kedaulatan Pangan dan Ketahanan Manusia pada Sektor Pangan.

Baca juga : Realisasi MBG Baru Mencapai 16,8 Persen, Pemda Sumbawa Ajukan Penambahan Puluhan SPPG

“Pelaksanaan sekolah lapang ini untuk menjamin kesinambungan pasokan bahan pangan. Karena itu, petani di Kabupaten Sumbawa harus mampu memanfaatkan keberadaan Program MBG ini,” terangnya.

Saat ini beroperasi sekitar 10 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan membutuhkan lebih kurang 1 ton sayur dalam seharinya.

Baca juga : Dirasa Bermanfaat Bagi Siswa, Pemda Sumbawa Bantu SPPG Penuhi Standar Kesehatan

“Adanya program ini memberikan kepastian pasar dan harga bagi para petani, karena SPPG selalu membutuhkan sayur setiap harinya,” jelasnya.

Agar produktivitas tidak hanya bergantung pada perluasan lahan, inovasi teknologi dan penggunaan varietas benih unggul diterapkan dan diajarkan melalui sekolah lapang. (SN/01)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *