Akses Jalan Belum Diperbaiki, Kades Emang Lestari Tagih Janji Gubernur NTB

Akses Jalan Belum Diperbaiki, Kades Emang Lestari Tagih Janji Gubernur NTB

Sumbawa, SelarasNews.id – Warga Desa Emang Lestari, Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, kembali mengeluhkan belum adanya perbaikan akses jalan yang rusak akibat longsor sejak beberapa bulan terakhir. Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat terganggu, terutama karena jalan utama penghubung Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terputus di beberapa titik.

Kepala Desa Emang Lestari, Deni Murdani, S.P., mengungkapkan bahwa terdapat lima titik longsor di wilayahnya, masing-masing di Dusun Liang Bagek, Kokar Sik, Ruas Petani Dusun Liang Bagek, Kokar Petani, serta ruas jalan provinsi di Dusun Liang Bagek. Dari lima titik tersebut, dua di antaranya merupakan jalan provinsi yang menjadi jalur strategis antar kabupaten.

Baca juga : Curah Hujan Tinggi, Akses Jalan di Sekongkang Rusak dan Pengendara Diminta Waspada

“Dua dari lima titik longsor itu merupakan jalan provinsi yang menjadi penghubung antara Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat. Namun sampai sekarang belum ada tindakan perbaikan,” ujar Deni kepada wartawan, Rabu (12/11).

Menurut Deni, pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Jalan dan Jembatan (BJP) Dinas PUPR Provinsi NTB. Saat peninjauan lapangan, petugas dari provinsi menyarankan agar warga melakukan perbaikan sementara secara swadaya karena belum tersedia anggaran dari pemerintah provinsi.

“Kami diminta untuk melakukan pengerjaan swadaya menggunakan dana masyarakat setempat. Katanya nanti akan diganti, tapi sampai saat ini belum ada kejelasan penggantian dana tersebut,” jelasnya.

Baca juga : FPRB Sumbawa dan NTB Kaji Kerentanan Pulau Moyo dan Medang

Deni menegaskan, pemerintah provinsi harus segera mengambil langkah nyata dalam memperbaiki dua ruas jalan provinsi tersebut karena jalur itu merupakan satu-satunya akses utama warga menuju pusat kegiatan ekonomi di KSB dan Sumbawa Besar.

“Kalau tidak segera diperbaiki sampai akhir tahun ini, kami masyarakat tidak tahu lagi harus mengadu ke siapa. Ini satu-satunya jalan utama kami,” keluhnya.

Selain jalan, Deni juga menagih janji Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal yang sempat berkunjung ke lokasi saat Safari Ramadan 2025 lalu. Saat itu, gubernur berjanji akan memperbaiki jembatan di Dusun Kokar Resik dan Kokar Petani yang rusak parah akibat longsor. Namun hingga kini, belum ada tanda-tanda realisasi dari janji tersebut.

“Saat Safari Ramadan 2024, Pak Gubernur berjanji akan memperbaiki jembatan yang putus akibat longsor, tapi sampai sekarang belum ada kabarnya sama sekali,” ungkap Deni.

Baca juga : Bantu Petani Manfaatkan Keberadaan Program MBG, Pemda Sumbawa Tingkatkan Kapasitas Petani

Warga berharap pemerintah provinsi segera turun tangan memperbaiki infrastruktur yang rusak agar aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat kembali normal. (SN/01)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *