Sumbawa, SelarasNews.id – Sebagai upaya mewujudkan eliminasi Tuberkulosis (TBC) Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa menetapkan Desa Berare Kecamatan Moyo Hilir sebagai desa percontohan bebas TB. Inisiatif ini dilaksanakan sebagai terobosan dalam mendukung target eliminasi TBC nasional pada tahun 2030.
TBC merupakan penyakit menular dan penanganannya memerlukan sinergi lintas sektor, melibatkan tenaga kesehatan, kader, hingga masyarakat.
Baca juga : Sulit Diakses Masyarakat, PKM Batu Lanteh Laksanakan Program PKG di Setiap Desa
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Nur Atika, di Aula Kantor Desa Berare pada Rabu, (12/11) yang dalam sambutannya mengatakan Desa Siaga TB ini sebagai langkah percepatan deteksi dan pengobatan kasus TB di masyarakat.

“Program Desa Bebas TBC (DBT) ini tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga mengedepankan upaya pencegahan berbasis partisipasi masyarakat,” sambungnya.
Langkah ini merupakan strategi konkret dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, sejahtera dan berdaya saing.
Baca juga : Pustu Jadi Layanan Kesehatan Terdepan Bagi Masyarakat Wilayah 3T di Sumbawa
Hal senada juga disampaikan Kepala Puskesmas Moyo Hilir, Diah Rosanty, melalui Penanggungjawab Program TBC Puskesmas Moyo Hilir, Fitri Herwindaryani, mengatakan Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis yang menyerang paru-paru dan bisa menular melalui udara, terutama ketika penderita batuk atau bersin.
Karena itu, eliminasi TBC harus dimulai dari tingkat desa dengan membentuk komunitas-komunitas yang peduli kesehatan dan mampu melakukan deteksi dini sekaligus menghapus stigma terhadap penderita TBC.

“Program ini menyasar aspek kuratif sekaligus partisipatif karena masyarakat diajak aktif dalam setiap proses, mulai dari deteksi hingga dukungan pengobatan,” sambungnya.
Kasus Tuberkulosis (TB) di Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa kian mengkhawatirkan. Hingga saat ini sebanyak 63 kasus ditemukan di berbagai desa. sehingga diperlukan langkah strategis dengan membentuk Desa Siaga TB di sebagai pilot project pengendalian dan pemberantasan TB.
Baca juga : Dikes Sumbawa Dorong SPPG Penuhi Standar Kesehatan
Sementara itu, Kepala Desa Berare, Ulul Asmi, menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah daerah yang memilih desanya sebagai percontohan desa siaga TB dan akan mendukung penuh program ini sehingga tahun 2030 eliminasi TBC tercapai.
“Untuk memudahkan penemuan kasus secara aktif di masyarakat harus membangun sistem yang kuat di level desa yang berperan sebagai garda terdepan dalam pengendalian TB,” ujarnya.

Ulul Asmi berharap Tim ini rutin menjalankan sejumlah fungsi utama, seperti penyuluhan dan edukasi masyarakat tentang TB, penemuan kasus aktif dengan kunjungan rumah, pendampingan pengobatan hingga tuntas, pemantauan lingkungan dan peningkatan kualitas sanitasi.
“TB hingga kini masih menjadi salah satu penyakit menular paling mematikan di dunia, termasuk di Indonesia,” tutupnya. (SN/01)

