Sumbawa, SelarasNews.id – Akibat hujan deras rumah dua orang warga di Bukit Tinggi Kelurahan Pekat Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat (NTB) diterjang tanah longsor. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian korban mencapai puluhan juta.
Peristiwa tanah longsor ini terjadi di wilayah Bukit Tinggi, RT 005/ RW 004 Kelurahan Pekat. Kejadian itu, terjadi pada Rabu, 12 November 2025, sekitar pukul 23.30 WITA, setelah hujan deras melanda wilayah tersebut. Kemudian dilaporan pada Kamis, 13 November 2025 sekitar pukul 09.00 WITA.
Baca juga : Rumah Warga di Sumbawa Rusak Parah Diterjang Longsor
“Rahman Junadi dan Nuryaningsih merupakan pemilik rumah mengatakan rumah itu dihuni oleh beberapa anggota keluarga. Saat kejadian, semua penghuni rumah tengah berada di dalam rumah dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ungkap Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nurhidayat, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumbawa, Rusdianto, saat melakukan asesmen pada Kamis, (13/11).

Ia mengatakan setelah menerima laporan kejadian dari pemerintah kelurahan setempat, Pihaknya langsung terjun ke lapangan melakukan asesmen dan pendataan.
Dijelaskan bahwa lokasi rumah korban berada tepat di bawah tebing yang menjadi penyebab utama longsor.
Baca juga : Jalan Lintas Ulu Aer Prajak Yang Putus, Kini Mulai Diperbaiki
“Rumah dalam kondisi rusak ringan. Saat kejadian, pemilik rumah sedang berada di dalam rumah berserta anggota keluarga lainnya,” sambungnya.
Pihak BPBD Kabupaten Sumbawa mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi tanah longsor dan angin kencang, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar tebing, lereng, atau bekas galian.

Sementara itu, Sekretaris Lurah Pekat, Arif Purdiman, mengatakan untuk sementara keluarga korban masih bertahan di rumahnya karena kerusakan tidak terlalu parah.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini dan kerugian akibat peristiwa ini masih dilakukan asesmen oleh tim dari BPBD Kabupaten Sumbawa,” terangnya.
Arif Purdiman berharap adanya langkah penanggulangan dari pemerintah daerah melalui bpbd agar longsor ini tidak kembali terjadi di wilayah tersebut. (SN/01)

