Sumbawa, SelarasNews.id – Memiliki pasar yang jelas dengan keberadaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2A Sumbawa meningkatkan produksi tanaman sayuran seperti bayam, terong, timun, dan lainnya. Hal ini dilakukan karena sebagian besar sayuran untuk kebutuhan masyarakat di Kabupaten Sumbawa masih didatangkan dari luar daerah.
Program MBG yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto bukan hanya sebuah upaya investasi sumber daya manusia, tetapi juga strategi pembangunan ekonomi seperti sektor pertanian.
Baca juga : Pastikan MBG Merata, 32 SPPG Wilayah 3T di Sumbawa Mulai Dibangun Tahun Ini
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kemasyarakatan Nusa Tenggara Barat, Anak Agung Gede Krisna, saat mengunjungi Lapas Sumbawa belum lama ini mengatakan program ini memicu dampak yang signifikan, baik dari sisi peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan maupun dari sisi ketahanan pangan nasional.

“Program ini tidak hanya memberikan makan bergizi, tetapi juga membuka peluang bagi pembangunan terintegrasi sektor pangan seperti kedaulatan pangan dan ketahanan manusia sektor pangan,” ungkapnya.
Pelaksanaan program ini menjamin kesinambungan pasokan bahan pangan. Karena itu, pihaknya memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan produksi kebutuhan sayur-sayuran.
Baca juga : Awal Musim Hujan Masyarakat Pulau Sumbawa Diminta Waspada Bencana Hidrometeorologi
“Berdasarkan data yang ada saat ini di Kabupaten Sumbawa beroperasi sekitar 10 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan membutuhkan lebih kurang 1 ton sayur dalam seharinya,” jelasnya.
Agar produktivitas tidak hanya bergantung pada perluasan lahan, pihaknya melakukan inovasi teknologi dan penggunaan varietas benih unggul.

“Adanya program ini memberikan kepastian pasar dan harga, karena SPPG selalu membutuhkan sayur setiap harinya,” tambahnya.
Selama ini untuk kebutuhan bahan sayuran masyarakat di daerah ini kebanyakan didatangkan dari pulau Lombok bahkan Bima.
Baca juga : Pastikan Kesehatan Anak-Anak Sumbawa, Wakil Bupati Sumbawa Buka Sosialisasi Vaksin Heksavalen
“Berbagai jenis sayuran dan bahan bumbu setiap hari didatangkan para pedagang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sementara tanaman sayur lokal hanya menjadi pelengkap karena tidak bisa setiap hari berproduksi,” tutupnya. (SN/01)

