Sumbawa, SelarasNews.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah mulai dilaksanakan di Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat meski belum merata ke semua sekolah yang ada.
Karena itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa, mengintensifkan Program MBG agar dapat menjadi penggerak ekonomi lokal dengan melibatkan petani, peternak hingga nelayan sebagai pemasok kebutuhan dapur.
Baca juga : Tenaga Kesehatan Berperan Besar Wujudkan Generasi Indonesia Emas 2045 di Sumbawa
Ketua Satgas MBG Kabupaten Sumbawa, Budi Prasetiyo, yang ditemui media ini pada Selasa, (25/11) mengatakan sebagai upaya mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan meningkatkan ekonomi masyarakat dengan adanya kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada harus dari petani, peternak hingga nelayan lokal.
“Hal ini penting guna membangun ekosistem ekonomi lokal dalam Program MBG sehingga kehadiran mbg dapat dirasakan semua lapisan masyarakat manfaatnya,” tambahnya.
Sejauh ini komoditi lokal seperti beras, ikan, daging dan ayam masih cukup memadai di Kabupaten Sumbawa. Sementara untuk sayur-sayuran selain di produksi petani Sumbawa juga masih didatangkan dari Pulau Lombok maupun Kabupaten Bima dan Dompu.
“Dengan ketersediaan bahan baku lokal yang memadai akan meminimalisir kerusakan bahan yang mudah rusak seperti sayur-sayuan maupun buah-buahan karena jarak tempuh yang dekat. Sekaligus menjamin kebersihan dan higienitas proses produksi,” jelasnya.
Baca juga : Sumbawa Siap Jadi Percontohan Pelaksanaan Posyandu 6 SPM di NTB
Karena itu, Ia mendorong petani lokal, Bumdes bahkan SMK Jurusan Pertanian untuk membudidayakan sayur-sayuran guna menopang kebutuhan Program MBG.
Budi Prasetiyo menegaskan dalam hal ini penting juga adanya peran dan gerakan dari koperasi dalam menopang MBG berbasis lokal.
Baca juga : Perkuat Sistem Ketangguhan Penanganan Bencana, FPRB Sumbawa Susun Roadmap dan Statuta
“Program Presiden Prabowo ini mengolaborasikan MBG dan Koperasi Desa Merah Putih (KMP) merupakan bentuk keberpihakan terhadap ekonomi kerakyatan,” terangnya.
Dalam mengintegrasikan program kesehatan nasional dengan pembangunan ekonomi kerakyatan sehingga generasi emas 2045 dapat terwujud dengan baik. (SN/01)

