Sumbawa, SelarasNews.id – Bencana alam dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, sebagai langkah antisipasi perlu kesiapan dari seluruh unsur, mulai dari pemerintah hingga masyarakat.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nurhidayat, mengatakan memasuki musim hujan di Kabupaten Sumbawa, pihaknya memastikan kesiapan personel, alat, hingga armada untuk menunjang langkah penanggulangan hingga pencarian dan penyelamatan korban bencana.
Baca juga : Soroti Maraknya Ritel Modern, Wakil Bupati Sumbawa Siapkan Langkah Penataan dan Evaluasi Menyeluruh
“Langkah ini merupakan kolaborasi dan kerja sama antar instansi hingga relawan untuk menangani bencana” ujar Dayat sapaan akrab Kalak BPBD Kabupaten Sumbawa, saat ditemui media usai Apel di Halaman Kantor Bupati Sumbawa pada Rabu, (26/11).

Berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi/ Klimatologi dan Geofisika (BMKG) musim hujan sudah terjadi pada dasarian 1 november dan akan terjadi lebih lama dari tahun sebelumnya.
“Karena itu, Apel Siaga ini penting karena hal itu dapat mengakibatkan bencana banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung dan lainnya,” tambanya.
Baca juga : Ebakemas Inovasi Puskesmas Moyo Hilir Untuk Eliminasi TB 2030
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Budi Prasetiyo, mengatakan kegiatan untuk mengetahui kemampuan dan kekuatan yang ada karena sebelum terjadi bencana di wilayah Kabupaten Sumbawa, harus benar-benar dipastikan kesiapan personel, peralatan, mobilisasi dan lainnya.
“Apel kesiapsiagaan bencana ini, untuk membangun dan memperkuat sinergitas dalam kesiapan siagaan seluruh unsur dalam menghadapi potensi bencana alam di wilayah Kabupaten Sumbawa,” jelasnya.

Kegiatan ini berlangsung khidmat dan menjadi wujud nyata kolaborasi antara satuan perangkat daerah, relawan hingga masyarakat dalam memastikan kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana, khususnya di musim penghujan ini.
Budi Prasetiyo menekankan penanganan bencana adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah. Semua pihak termasuk TNI, Polri, Pramuka, PMI, Komunitas Selam, Insan Pers dan lainnya karena masing-masing memiliki peran penting masing-masing.
Baca juga : Agar Dirasakan Masyarakat Keberadaannya, SPPG Diminta Serap Komoditas Lokal Untuk MBG
“Bencana harus dihadapi dengan rasional, ilmiah dan terstruktur karena itu, persiapan menghadapi bencana, menjadi tanggung jawab semua pihak dengan menjalankan tugas dan fungsi masing-masing dan tetap bekerja sama,” tutupnya. (SN/01)

