Bappeda Sumbawa Perkuat Ekonomi Daerah Lewat Budidaya Udang Vaname

Bappeda Sumbawa Perkuat Ekonomi Daerah Lewat Budidaya Udang Vaname

Sumbawa, SelarasNews.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumbawa menegaskan sektor perikanan dan kelautan terutama udang menjadi penggerak utama ekonomi lokal.

Budidaya udang menjadi andalan masyarakat pesisir untuk meningkatkan pendapatan sekaligus membuka peluang usaha baru.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumbawa, Dedi Heriwibowo, menekankan kualitas udang di Sumbawa cukup tinggi dan diminati pasar nasional maupun internasional.

Baca juga : Kuasai 42 Persen Produksi NTB, Kopi Sumbawa Didorong Jadi Komoditas Unggulan

“Udang memiliki permintaan stabil. Kita harus mengelolanya dengan serius agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat pesisir,” ujarnya.

Udang Kuasai Produksi NTB

Dedi memaparkan data menunjukkan udang Sumbawa menyumbang 72,92 persen dari total produksi NTB. Angka ini menegaskan posisi Sumbawa sebagai pusat ekonomi laut dan peluang besar untuk pengembangan usaha lokal.

Baca juga : Dukung MBG, Petani di Sumbawa Konsisten Tanam Sayur dan Buah

Pemda Kabupaten Sumbawa mendorong pengolahan hasil laut langsung di daerah. Udang diolah menjadi produk beku, siap saji, dan bahan baku industri makanan.

“Konsep hilirisasi ini bisa meningkatkan nilai produk, memperluas pasar, dan membuka lapangan kerja baru bagi UMKM dan masyarakat pesisir,” tegas Dedi.

Fasilitas dan Dukungan Investasi

Dedi menjelaskan Pemda Kabupaten Sumbawa tengah memperkuat fasilitas pascapanen, pelatihan budidaya modern, dan akses pembiayaan. Kolaborasi antara petani, pelaku usaha, dan UMKM juga didorong agar rantai pasok kelautan lebih efisien dan berkelanjutan.

Pengembangan udang meningkatkan pendapatan keluarga pesisir, mendorong pertumbuhan usaha lokal, dan memperluas akses pasar.

“Dengan pengelolaan dan pengolahan tepat, udang bisa menjadi ikon daerah sekaligus sumber kesejahteraan masyarakat pesisir Sumbawa,” tutupnya. (SN/01)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *