Dominasi Produksi NTB, Bappeda Sumbawa Dorong Hilirisasi Rumput Laut

Dominasi Produksi NTB, Bappeda Sumbawa Dorong Hilirisasi Rumput Laut

Sumbawa, SelarasNews.id – Komoditi Rumput laut menjadi andalan masyarakat pesisir untuk meningkatkan pendapatan sekaligus membuka peluang usaha baru. Karena itu, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumbawa menegaskan sektor perikanan dan kelautan menjadi penggerak utama ekonomi lokal bagi masyarakat pesisir.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumbawa, Dedi Heriwibowo, menekankan kualitas rumput laut Sumbawa tinggi dan diminati pasar nasional maupun internasional.

Baca juga : Bappeda Sumbawa Perkuat Ekonomi Daerah Lewat Budidaya Udang Vaname

“Rumput laut memiliki permintaan stabil. Kita harus mengelolanya dengan serius agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat pesisir,” ujarnya.

Ia memaparkan data menunjukkan rumput laut mencapai 67 persen dari total produksi NTB. Angka ini menegaskan posisi Sumbawa sebagai pusat ekonomi laut dan peluang besar untuk pengembangan usaha lokal.

“Kami mendorong pengolahan hasil laut langsung di daerah.  Seperti rumput laut diolah menjadi kerajinan, tepung rumput, agar-agar, kosmetik, hingga produk farmasi,” jelasnya.

Baca juga : Kuasai 42 Persen Produksi NTB, Kopi Sumbawa Didorong Jadi Komoditas Unggulan

Konsep hilirisasi dapat meningkatkan nilai produk, memperluas pasar, dan membuka lapangan kerja baru bagi UMKM dan masyarakat pesisir.

Diperlukan Fasilitas dan Dukungan Investasi

Dedi menjelaskan saat ini Pemda tengah memperkuat fasilitas pascapanen, pelatihan budidaya modern, dan akses pembiayaan. Kolaborasi antara petani, pelaku usaha, dan UMKM juga didorong agar rantai pasok kelautan lebih efisien dan berkelanjutan.

Pengembangan rumput laut meningkatkan pendapatan keluarga pesisir, mendorong pertumbuhan usaha lokal, dan memperluas akses pasar.

 

“Dengan pengelolaan dan pengolahan tepat, rumput laut bisa menjadi ikon daerah sekaligus sumber kesejahteraan masyarakat pesisir terlebih lagi Kabupaten Sumbawa ini memiliki garis pantai yang sangat panjang,” tutupnya. (SN/01)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *