Sepanjang Tahun 2025, Sebanyak 441 kasus DBD Terjadi di Sumbawa dan Masyarakat Diminta Selalu Waspada

Sepanjang Tahun 2025, Sebanyak 441 kasus DBD Terjadi di Sumbawa dan Masyarakat Diminta Selalu Waspada

Sumbawa, SelarasNews.id – Sepanjang tahun 2025 sebanyak 441 kasus kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi di Kabupaten Sumbawa. Tidak ada korban meninggal dunia tahun ini dan kasus tertinggi terjadi di wilayah Sumbawa dengan 104 kasus DBD terjadi. Karena itu masyarakat diminta tetap waspada dan menjaga kebersihan lingkungan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Sarip Hidayat, saat ditemui media ini di ruang kerjanya pada Selasa, (02/12) mengatakan mulai memasuki musim hujan ini terjadi peningkatan kasus DBD dari sebelumnya dan kasus tertinggi terjadi pada rentan waktu dari desember hingga maret.

“Untuk tahun ini, kasus DBD tertinggi terjadi pada bulan Februari yakni sebanyak 130 kasus, kemudian pada Januari sebanyak 101 kasus, Maret sebanyak 62 kasus, sementara pada bulan lainnya terjadi 5 hingga 35 kasus DBD,” jelasnya.

Baca juga : Kian Bertambah Masyarakat Diminta Waspada, Sebanyak 877 Kasus TBC Terjadi Di Sumbawa

Kemudian untuk kasus tertinggi terjadi di Kecamatan Sumbawa yakni sebanyak 104 kasus, Unter Iwes sebanyak 45 kasus, Lunyuk sebanyak 34 kasus, Moyo Hulu sebanyak 33 kasus. Sementara selain dari wilayah Kecamatan Orong Telu terjadi 1 hingga 24 kasus DBD.

“Peningkatan kasus demam berdarah di Kabupaten Sumbawa terjadi karena beberapa faktor seperti curah hujan yang cukup tinggi, pemukiman padat penduduk dan kebiasaan membuang sampah di sembarang tempat,” terangnya.

Selain itu, di sekolah juga harus lebih intensif membersihkan lingkungan karena dominasi kasus DBD pada anak usia sekolah.

Baca juga : Hasil PKG Didominasi Diabetes dan Hipertensi, Dikes Sumbawa Minta Masyarakat Perhatikan Pola Makan

“Memasuki musim hujan seperti saat ini diperlukan adanya gerakan jumantik yakni juru pemantau jentik di masing-masing rumah dan selalu menjaga kesehatan dengan membersihan lingkungan,” pintanya.

Hingga saat ini sebanyak 441 kasus DBD terjadi dan belum ada kasus meninggal dunia. Kasus DBD ini didominasi anak usia pra sekolah hingga remaja.

“Diperlukan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan bahayanya DBD terutama pada kawasan padat pemukiman dengan tidak membuang sampah di sembarang tempat. Sebab dapat membantu mengurangi perkembangbiakan nyamuk terutama saat musim hujan seperti saat ini,” tutupnya. (SN/01)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *