Sumbawa, SelarasNews.id – Pemerintah pusat memulai pengenalan Sekolah Garuda pada Rabu, 8 Oktober 2025 lalu secara serentak di 16 titik di seluruh Indonesia. Sekolah Garuda merupakan salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto untuk pemerataan pendidikan unggulan di seluruh pelosok Indonesia.
Kepala Bappeda Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedi Heriwibowo, melalui Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM) Bappeda Kabupaten Sumbawa, Dr. Rusmayadi, yang ditemui media ini di ruang kerjanya pada Jumat, (05/12) mengatakan Sekolah Garuda hadir untuk memperluas kesempatan agar semakin banyak anak Indonesia dari seluruh pelosok negeri bisa menembus kampus-kampus terbaik dunia.
Baca juga : SR Definitif di Sumbawa Mulai Dibangun Tahun Depan
“Sekolah Garuda menjadi penyempurna pelaksanaan pendidikan di negeri ini terutama di wilayah-wilayah terpencil, terlebih lagi sebagian besar Kabupaten Sumbawa banyak memiliki wilayah terpencil,” sambungnya.

Sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumbawa mengajukan dua lokasi sebagai lokasi pembangunan Sekolah Garuda dan ini merupakan satu-satunya di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Untuk rencana pembangunan lokasi SMA Garuda ini kaji ajukan dua lokasi yakni di dekat Batalyon dan di Sport Center Samota,” ujarnya.
Baca juga : Miliki Tahan Pertanian Sangat Luas, Sumbawa Terus Wujudkan Swasembada Pangan
Sekolah Garuda merupakan realisasi dari visi besar Presiden Prabowo untuk membawa anak Indonesia, dari seluruh pelosok Negeri, menuju kampus terbaik dunia. Sekolah Garuda menjadi bagian transformasi pendidikan Indonesia untuk menyiapkan generasi emas 2045.
“Sekolah Garuda adalah cara pemerintah memperluas akses pendidikan unggul yang inklusif. Meracik talenta sains dan teknologi dari anak-anak berprestasi dari penjuru negeri,” jelasnya.

Sekolah Garuda diharapkan melahirkan generasi emas yang cerdas, berdaya saing global, berjiwa kepemimpinan, berhati pelayanan, dan berkomitmen mengabdi untuk kemajuan Indonesia.
Rusmayadi mengatakan Sekolah Garuda ini ditopang oleh tiga pilar. Pertama sebagai penyeimbang akses, yakni pemerataan kesempatan untuk berprestasi. Kedua, inkubator pemimpin. Sekolah Garuda diharapkan membentuk karakter kepemimpinan menuju Indonesia Emas 2045.
Baca juga : Sekolah Rakyat Bantu Kurangi Angka Putus Sekolah Anak Dari Keluarga Prasejaherah
“Dan ketiga, meningkatkan prestasi akademik siswa serta membangun jiwa pengabdian masyarakat. Selain berprestasi, siswa juga tidak lupa untuk mengabdi setelah melanglang buana mencari ilmu,” terangnya.
Keberadaan Sekolah Garuda menjadi penting untuk memperkuat upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Karena Human Capital Index menunjukkan, rata-rata siswa Indonesia baru memanfaatkan 54 persen dari potensi utuh mereka, sehingga inilah tantangan sekaligus peluang besar untuk terus ditingkatkan. (SN/01)

