Sumbawa Optimalkan Lahan Untuk Dukung Program MBG dan Swasembada Pangan

Sumbawa Optimalkan Lahan Untuk Dukung Program MBG dan Swasembada Pangan

Sumbawa, SelarasNews.id – Saat ini petani yang di Kabupaten Sumbawa tidak hanya dapat menanam satu kali setahun. Karena petani dapat kemabli menanam di musim kemarau dan diairi dengan normal melalui irigasi perpompaan dan perbaikan sarana seperti saluran irigasi, embung maupun dam dari pemerintah.

Hal itu dilakukan sebagai upaya menjamin ketersediaan air untuk ketahanan pangan, dengan memanfaatkan semua sumber air yang ada saat ini, baik dari air permukaan hingga sumur dalam atau bor.

Baca juga : Wujudkan Eliminasi TBC 2030, Sumbawa Beli Alat Tes Cepat Molekuler

“Optimalisasi lahan ini dilakukan melalui pembangunan jaringan irigasi baru dan pembersihan jaringan irigasi lama serta peningkatan jaringan eksisting agar manfaat bendungan dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ni Wayan Rusmawati, saat ditemui media ini di ruang kerjanya pada Senin, (08/12).

Ia menambahkan langkah ini juga sebagai upaya mendukung keberadaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan swasembada pangan sehingga Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa terus menggencarkan program optimalisasi lahan agar tetap berproduksi setiap musim tanam.

“Langkah ini kami lakukan agar tetap bisa swasembada pangan selain memenuhi kebutuhan MBG dan masyarakat,” sambungnya.

Baca juga : Raih Prestasi di Kancah Internasional, Rusmayadi Tekankan Mahasiswa Dari Kampus Sumbawa Juga Dapat Bersinar di Panggung Internasional

Selain itu, keberadaan bendungan juga dimaksimalkan karena bendungan berfungsi sebagai penyedia air irigasi yang menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Sehingga petani dapat menanam sepanjang tahun dan produktivitas meningkat serta kesejahteraan petani ikut terangkat.

“Optimalisasi pemanfaatan bendungan dan sumur bor maupun perpompaan yang ada akan terus kami tingkatkan secara bertahap hingga seluruh jaringan irigasinya berfungsi penuh untuk mendukung swasembada pangan dan menjamin ketersediaan pangan untuk Program MBG,” jelasnya.

Kabupaten Sumbawa merupakan daerah yang memiliki lahan pertanian terbesar di Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan luas lahan pertanian basah sebesar 55.772 hektare dan lahan pertanian kering lebih kurang 83.000 hektare.

Saat ini Kabupaten Sumbawa, mulai memasuki musim tanam musim hujan. Karena itu, Ni Wayan Rusmawati, meminta kepada petani untuk mengoptimalkan fungsi lahan yang ada, seperti lahan kosong atau bagian pinggir dari kebun untuk menanam buah yang cepat tumbuh atau sayur-sayuran.

Baca juga : Pastikan MBG Merata Untuk Masyarakat, Sumbawa Kembali Dapat Tambahan 19 SPPG Wilayah 3T

“Pada musim tanam ini, pada lahan basah masih didominasi komoditi padi. Sementara untuk lahan kering didominasi komoditi jagung, kacang tanah, kacang hijau, wijen, sayuran, maupun palawija lainnya,” tutupnya. (SN/01)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *