Kurangi Angka Kemiskinan, Pemda Sumbawa Gelontorkan Anggaran Sebesar 1,65 Miliar Rupiah

Kurangi Angka Kemiskinan, Pemda Sumbawa Gelontorkan Anggaran Sebesar 1,65 Miliar Rupiah

Sumbawa, SelarasNews.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumbawa menyiapkan 1,65 Miliar Rupiah untuk pilot project pengentasan kemiskinan yang dijalankan pada tahun 2026 mendatang.

Program ini menyasar 1.000 Kepala Keluarga (KK) dari Desil 1 dan 2, dengan paket bantuan senilai sekitar 3 Juta Rupiah per KK berupa aset produktif.

Baca juga : Sumbawa Optimalkan Lahan Untuk Dukung Program MBG dan Swasembada Pangan

Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumbawa, Dwi Rahayu Ratih Wulandari, mengatakan Pemkab menggandeng Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Universitas Samawa (UNSA), STIKES, Koperindag, Dinas Sosial, dan Bappeda. Masing-masing lembaga memegang peran pendampingan sesuai bidangnya.

Ilustrasi Masyarakat Miskin

“Untuk 500 KK, kami menyalurkan ayam, ikan, dan tanaman agroponik atau hidroponik. Mahasiswa UTS dan UNSA mendampingi penerima sampai pasca panen. STIKES menangani 500 KK lainnya dengan tanaman herbal,” ujarnya kepada wartawan, Senin, (08/12).

Dwi menegaskan, calon penerima harus memenuhi persyaratan ketat. Mereka wajib memiliki halaman, bebas narkoba, tidak bermain Judi Online (Judol), tidak terjerat Pinjaman Online (Pinjol), dan bersedia menjalankan program.

Baca juga : Wujudkan Eliminasi TBC 2030, Sumbawa Beli Alat Tes Cepat Molekuler

Kemudian Dinas Sosial memastikan data penerima tepat sasaran melalui verifikasi by name by address.

“Kami tidak hanya melihat kategori miskin. Penerima harus punya halaman dan bersih dari narkoba, Judol, dan Pinjol. Itu wajib,” jelasnya.

Ilustrasi Keluarga Miskin

Program ini menargetkan ibu rumah tangga. Dengan bantuan ternak dan tanaman, Pemkab Sumbawa berharap keluarga bisa memenuhi kebutuhan gizi dalam empat bulan pertama sekaligus meningkatkan pendapatan dari penjualan surplus panen.

“Kalau gizi terpenuhi, keluarga lebih sehat dan pengeluaran berkurang. Kalau ada surplus, mereka bisa menjual hasilnya, bahkan membuka lapangan kerja baru,” tambahnya.

Baca juga : Raih Prestasi di Kancah Internasional, Rusmayadi Tekankan Mahasiswa Dari Kampus Sumbawa Juga Dapat Bersinar di Panggung Internasional

Selain pilot project, Pemkab Sumbawa menyiapkan ‘Sumbawa Event’, rangkaian festival budaya, olahraga, dan pariwisata selama 12 bulan. Event ini bertujuan menghidupkan UMKM sekitar dan menambah pendapatan desa melalui aktivitas ekonomi lokal.

“Jika pilot project berhasil meningkatkan taraf hidup warga, kami berharap desa lain bisa meniru model ini menggunakan APBDes masing-masing,” pungkasnya. (SN/01)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *