Sumbawa, SelarasNews.id – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., melantik Tim Pembina Posyandu Kabupaten Sumbawa, dengan ketua Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, S.E., sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Sumbawa, Melantik Ketua Tim Pembina Posyandu 24 Kecamatan Se-Kabupaten Sumbawa, di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Senin,(15/12). Hadir juga OPD terkait.
Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot, menyampaikan, saat ini tugas posyandu dilaksanakan berdasarkan Standar Pelayanan Minimal dalam bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketentraman ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, serta sosial.
Baca juga : Upayakan Pengelolaan Air dan Lahan, Bupati Sumbawa Buka Kick Off Meeting Program Cerah
“Yang selanjutnya disebut dengan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM). Hal ini tentu saja mencerminkan posyandu saat ini tidak hanya sebagai objek sasaran program, tetapi juga sebagai subjek pembangunan,” jelasnya.

Ia berharap, pelantikan Tim Pembina Posyandu ini menjadi momentum dan komitmen bersama serta sinergi berkelanjutan secara berjenjang untuk menguatkan lembaga kemasyarakatan desa dan kelurahan untuk mewujudkan Kabupaten Sumbawa yang Unggul,aju dan Sejahtera.
Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Sumbawa, Ida Fitria Syarafuddin Jarot, menyampaikan momen pelantikan ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi sebuah titik awal penguatan komitmen bersama untuk memastikan posyandu benar-benar hidup, berfungsi, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Baca juga : Warga Lombok Barat Dinyatakan Hilang Terseret Banjir Bandang di Sumbawa
“Saat ini, posyandu telah bertransformasi menjadi simpul layanan dasar masyarakat desa dan kelurahan. Oleh karena itu, tim pembina posyandu di semua tingkatan bukan hanya formalitas struktural, melainkan suatu kebutuhan nyata untuk memastikan semua layanan dasar posyandu dapat bergerak secara efektif dan satu irama,” terangnya.
Lebih lanjut Ia menekankan, dalam membangun dan mengembangkan posyandu dibutuhkan kolaborasi dan tidak akan kuat jika hanya mengandalkan satu sumber dukungan. “Oleh karena itu, sinergi dengan semua pihak perlu terus diperkuat,” tutupnya. (SN/01)

