Belum Membuahkan Hasil, Pencarian Korban di Lunyuk Dihentikan

Belum Membuahkan Hasil, Pencarian Korban di Lunyuk Dihentikan

Sumbawa, SelarasNews.id – Memasuki hari keenam pencarian, Riski (29), warga Lombok Barat yang dilaporkan hilang akibat terseret air bah Sungai Brang Beh, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, hingga Jumat, (19/12) sore  belum berhasil ditemukan.

Upaya pencarian melibatkan tim gabungan dari BNPB, BPBD Kabupaten Sumbawa, PB-TRC, Basarnas, TNI/Polri, Pramuka Peduli, Pemerintah Kecamatan Lunyuk, Pemerintah Desa Lunyuk Rea, serta unsur masyarakat setempat. Sejak pagi hari, tim menyisir muara Sungai Brang Beh hingga sepanjang bibir pantai, sembari menyampaikan informasi kepada masyarakat, khususnya para petani dan nelayan, terkait hilangnya korban.

Baca juga : Hari Keempat Pencarian, Tim Gabungan Temukan Tas Milik Korban

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nurhidayat, ST, melalui Kepala Bidang II Kedaruratan dan Logistik BPBD, Dr. Rusdianto Ar, menyampaikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan seluruh elemen masyarakat dalam proses pencarian.

 

“Kami mengimbau masyarakat apabila melihat atau mendapati tanda-tanda yang berkaitan dengan keberadaan saudara Riski, agar segera melaporkannya kepada pemerintah desa masing-masing,” ujar Rusdianto di lokasi pencarian.

Imbauan tersebut, lanjutnya, telah disampaikan secara langsung kepada masyarakat di tujuh desa di Kecamatan Lunyuk. Selain itu, Camat Lunyuk bersama seluruh pemerintah desa turut menyampaikan pengumuman melalui pengeras suara di masjid-masjid agar masyarakat turut membantu memberikan informasi.

Baca juga : Pencarian Korban Hanyut di Sungai Brang Beh Dihentikan Sementara dan Akan Dilanjutkan Besok

Setelah melakukan penyisiran di wilayah muara hingga pantai, tim SAR gabungan kembali bergeser ke titik nol lokasi korban pertama kali dinyatakan hilang. Penyisiran dilanjutkan hingga pukul 15.45 WITA. Namun, cuaca yang memburuk disertai hujan deras dan meningkatnya debit serta arus sungai memaksa tim menghentikan pencarian sementara demi menghindari risiko keselamatan.

Penghentian sementara tersebut dilakukan usai evaluasi bersama yang turut dihadiri perwakilan keluarga korban.

Danpos Basarnas Sumbawa, Firdaus, menjelaskan bahwa pihak keluarga telah menyatakan keikhlasan atas musibah yang terjadi. Hal itu dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang ditandatangani oleh empat perwakilan keluarga.

“Pada hari keenam ini, penyisiran aktif dihentikan. Namun bukan berarti pencarian dihentikan sepenuhnya. Metode pencarian selanjutnya adalah pemantauan. Apabila ada perkembangan atau informasi baru, tim SAR akan kembali turun untuk melakukan evakuasi,” jelas Firdaus.

Baca juga : Warga Lombok Barat Dinyatakan Hilang Terseret Banjir Bandang di Sumbawa

Ia menambahkan, masa tanggap darurat ditetapkan selama tujuh hari. “Hari ini adalah hari keenam. Besok tidak dilakukan penyisiran aktif, tim hanya memantau situasi dan menunggu informasi terkait korban terseret air bah Sungai Brang Beh,” pungkasnya. (SN/01)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *