BMKG Sumbawa Minta Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem

BMKG Sumbawa Minta Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem

Sumbawa, SelarasNews.id -Dalam beberapa hari ini di Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat, kerap terjadi cuaca ekstrem seperti curah hujan cukup tinggi yang disertai angin kencan, karena itu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa (MKS) meminta masyarakat untuk selalu waspada.

“Kabupaten Sumbawa beberapa hari ini mulai merasakan perubahan kondisi cuaca. Salah satu tanda yang cukup menonjol adalah meningkatnya kecepatan angin yang bertiup di sejumlah wilayah. Fenomena ini tidak terjadi tanpa sebab, melainkan dipengaruhi oleh dinamika atmosfer regional yang sedang aktif,” ungkap Samriyanto, Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Sultan MKS Sumbawa saat ditemui media ini pada Selasa, (13/01).

Baca juga : Wujud Sinergitas, Kapolres dan Bupati Sumbawa Tanam Seribu Arabika Untuk Kelestarian Batulanteh

Ia menjelaskan saat ini wilayah Nusa Tenggara Barat, termasuk Sumbawa, berada dalam kondisi cuaca yang perlu diwaspadai. Salah satu faktor utama adalah penguatan monsun Asia, yakni aliran massa udara basah dari wilayah Asia menuju Indonesia. Aliran ini kemudian bertemu dengan angin dari Laut China Selatan yang bergerak ke arah selatan.

“Pertemuan dua aliran angin ini memicu konvergensi di Wilayah NTB. Kondisi ini berpotensi menumbuhkan awan-awan hujan yang cukup intens,” sambungnya.

Selain itu, keberadaan daerah bertekanan rendah (low pressure area) di Samudra Hindia bagian selatan NTB turut memperkuat dinamika atmosfer. Kombinasi faktor-faktor ini menyebabkan kecepatan angin meningkat dan cuaca menjadi lebih tidak stabil.

BMKG mencatat, kecepatan angin di wilayah Sumbawa saat ini berkisar antara 8 hingga 12 knot, atau setara dengan sekitar 20 hingga 24 kilometer per jam. “Angin dengan kecepatan tersebut berpotensi menimbulkan dampak, terutama bagi aktivitas masyarakat di luar ruangan, pelayaran, serta perjalanan udara dan laut,” jelasnya.

Peningkatan kecepatan angin ini juga terjadi bersamaan dengan puncak musim hujan. Berdasarkan prediksi BMKG sebelumnya, sebagian besar wilayah Kabupaten Sumbawa memang memasuki puncak musim hujan pada bulan Januari, yang kini ditandai dengan intensitas hujan yang cukup sering terjadi sejak awal bulan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. Informasi resmi terkait cuaca dan peringatan dini dapat diakses melalui aplikasi Info BMKG maupun media sosial resmi BMKG Sumbawa,” pintanya.

Baca juga : Lindungi Identitas Budaya Daerah, Pemda Sumbawa Dorong Hak Atas KIK Motif Tenun Sumbawa 

Samriyanto berharap Informasi cuaca dari BMKG dapat menjadi pertimbangan masyarakat dalam merencanakan aktivitas, baik perjalanan darat, laut, maupun udara.

“Dengan kondisi angin yang cenderung menguat dan cuaca yang dinamis, masyarakat diharapkan tidak mengabaikan perkembangan informasi cuaca, demi keselamatan dan kelancaran aktivitas sehari-hari,” tutupnya. (SN/PKL-08)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *