Antisipasi Gagal Panen, Petani Padi di Sumbawa Diminta Ikuti Asuransi Pertanian

Antisipasi Gagal Panen, Petani Padi di Sumbawa Diminta Ikuti Asuransi Pertanian

Sumbawa, SelarasNews.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa melalui Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa mengimbau para petani padi yang ada untuk mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sebagai upaya melindungi usaha pertanian dari risiko gagal panen akibat cuaca ekstrem, khususnya pada musim tanam penghujan.

“Melalui program AUTP, petani hanya dibebankan biaya premi sebesar Rp 36.000 per hektare setiap musim tanam. Biaya tersebut tergolong ringan karena 80 persen premi disubsidi oleh Pemerintah Pusat. Dengan mengikuti asuransi ini, petani akan mendapatkan nilai pertanggungan hingga Rp 6 juta per hektare apabila mengalami gagal panen,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ni Wayan Rusmawati, saat ditemui media ini di ruang kerjanya pada Senin, (19/01).

Baca juga : Rayakan HUT Sumbawa Ke-67, Polres Sumbawa Kawal Ribuan Peserta Karnaval “Batedung Tuntang”

Ia mengatakan kehadiran AUTP merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada petani dari berbagai risiko usaha tani, seperti banjir, kekeringan, maupun serangan organisme pengganggu tanaman.

“AUTP ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Program ini bertujuan agar petani tetap memiliki modal untuk melanjutkan usaha pertaniannya pada musim tanam berikutnya meskipun mengalami kerugian,” jelasnya.

Asuransi pertanian sangat penting untuk menjaga keberlanjutan usaha tani padi serta mendukung ketahanan pangan nasional.

Baca juga : Antisipasi Bencana BPBD Sumbawa Siagakan Personel 24 Jam dan Tersebar di Semua Kecamatan

Ia menjelaskan, secara geografis wilayah persawahan di Kabupaten Sumbawa cukup rentan terhadap banjir saat musim hujan, sehingga risiko gagal panen relatif tinggi. Oleh karena itu, petani sangat dianjurkan untuk mendaftar AUTP sebelum memulai masa tanam.

“Kami akan terus melaksanakan sosialisasi AUTP secara lebih masif agar program ini dapat menjangkau petani hingga ke seluruh pelosok Kabupaten Sumbawa. Dengan semakin banyak petani yang terlindungi, diharapkan target produksi padi pada tahun-tahun mendatang dapat tercapai secara optimal,” ujarnya.

Ia berharap para petani padi di Kabupaten Sumbawa dapat memanfaatkan program asuransi pertanian ini sebagai langkah preventif untuk menghindari kerugian besar akibat gagal panen, khususnya pada musim hujan yang rawan bencana alam. (SN/PKL-06)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *