Sumbawa, SelarasNews.id – Dari pantauan selarasnews.id Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa, mulai menata Kota Sumbawa menjadi lebih menarik dan menawan salah satu contohnya penataan Masjid Agung Nurul Huda dan Taman Sabalong Samalewa. Namun, yang kerap kali menjadi masalah adalah masih banyaknya tangan usil dari masyarakat sehingga membuat sarana yang dibangun pemerintah cepat rusak dan semacamnya.
Karena itu, Asisten 2 Setda Kabupaten Sumbawa, Lalu Suharmaji Kerjawijaya, menekankan pentingnya perawatan fasilitas publik oleh masyarakat, karena semua infrastruktur itu dibangun untuk masyarakat umum.
Baca juga : Ragam Acara dan Antraksi Budaya Akan Memeriahkan HUT ke-67 Sumbawa
“Kami sebagai pelayan publik bersaing dengan 560 kabupaten/kota lain di Indonesia untuk mendapatkan anggaran ini, karena itu bangunan yang sudah dibangun harus dipelihara agar tetap memiliki daya tarik,” ujar Mamiq Suharmaji — sapaan akrab Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sumbawa saat ditemui media ini di ruang kerjanya pada Senin, (19/01)

Di tengah efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat Pemda Kabupaten Sumbawa tetap menunjukkan ketangguhan menghadapi pemangkasan anggaran sekitar 500 Miliar Rupiah.
“Strategi dan inovasipun terus kami lakukan agar visi dan misi pemerintahana Jarot Ansori tetap terwujud, khususnya transformasi wajah kota menyerupai metropolis di Pulau Jawa,” jelas Mamiq Suharmaji.
Baca juga : Akibat Hujan Deras Dua Rumah Warga di Sumbawa Terdampak Tanah Longsor
Potongan dana transfer yang mencapai setengah triliun lebih, memang mengancam berbagai program pembangunan. Namun, pihaknya bergerak cepat dengan koordinasi intensif melibatkan pihak ketiga, swasta, dan kementerian pusat untuk mengamankan alokasi infrastruktur prioritas. Seperti proyek Impres Jalan Daerah ruas Batu Dulang-Punik, Tepal-Batu Rotok sepanjang 8,1 kilometer menjadi bukti nyata, dengan kontrak multiyear ditandatangani 22 Desember lalu dan pelaksanaan hingga 16 November 2026.
Selain jalan Batu Dulang-Tepal dan Tepal-Batu Rotok, penataan kawasan Selipir Ate yang bersumber dari APBN serta penanganan jalan provinsi Lenangguar-Lunyuk juga berhasil diamankan.

“Yang tak kalah menarik, wajah Kabupaten Sumbawa kini berubah drastis dengan penataan Simpang Bingung dan Masjid Agung Nurul Huda yang kini menyerupai kota-kota maju di Pulau Jawa. Selain itu, Taman Sabalong Samalewa di Sernu sedang dibangun untuk memenuhi 30 persen ruang terbuka hijau sesuai regulasi tata ruang nasional, sekaligus memperkuat moto lokal sebagai fondasi spiritual dan jasmani pembangunan,” terang Mamiq Suharmaji.
Strategi ini diharapkan menjaga momentum pembangunan menuju Hari Ulang Tahun ke-67 pada 22 Januari 2026, meski perayaan digelar sederhana prihatin terhadap bencana di Sumatera.
Baca juga : Sumbawa Tunggu Kepastian Kuota LPG 3 Kg 2026
“Peliharalah bangunan-bangunan itu karena itu untuk masyarakat sendiri. Kami sebagai pemerintah daerah hanyalah pelayan publik yang menyiapkan sarana prasarana. Ingat, sarana yang kita dapatkan ini cukup mahal dan kita bersaing dengan hampir 560 kabupaten/kota di seluruh Indonesia untuk mendapatkannya,” tutup Mami Suharmaji. (SN/PKL-02)

