Sumbawa Dipresikisi Ada Aktivitas La Nina, BMKG Minta Masyarakat Siaga dan Waspada

Sumbawa Dipresikisi Ada Aktivitas La Nina, BMKG Minta Masyarakat Siaga dan Waspada

Sumbawa, SelarasNews.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menghimbau masyarakat sumbawa untuk siaga menghadapi cuaca ekstrem di berbagai wilayah kecamatan karena adanya aktivitas la nina.

“Masyarakat diharapakan selalu memantau informasi cuaca dari bmkg dalam memulai aktivitas maupun perjalanan,” pinta Kepala bmkg stasiun meteorologi sultan muhammad kaharuddin sumbawa, samriyanto yang ditemui media ini pada Senin, (19/01).

Baca juga : Akibat Hujan Deras Dua Rumah Warga di Sumbawa Terdampak Tanah Longsor

Ia mengatakan berdasarkan pantauan BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa terhadap suhu muka laut di samudra pasifik melewati ambang batas la nina lemah yang menunjukan dalam dua bulan terakhir terjadi pendinginan di wilayah pasifik.

“Kami prediksi adanya aktivitas la nina lemah yang akan berlangsung selama januari dan februari 2026 ini,” jelasnya.

Hujan saat ini sudah merata di setiap kecamatan di kabupaten sumabwa dan akan terus meningkat intensitasnya pada beberapa pekan yang akan datang.

“Selain itu, kami juga memprediksi puncak musim hujan akan berlangsung mulai januari hingga februari 2026 ini,” terangnya.

Baca juga : Waspada, Sumbawa Memasuki Puncak Musim Hujan di Januari dan Februari

Memasuki puncak musim hujan dan fenomena la nina masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai angin kencang.

“Curah hujan tinggi hingga kisaran di atas 150 milimeter per dasarian ini akan terjadi karena dinamika atmosfer saat ini cukup aktif dengan anomali suhu muka laut positif yang memperkuat pembentukan awan hujan,” ujarnya.

Adanya aktivitas la nina yang lemah dengan anomali suhu muka laut di pasifik tengah dan timur sebesar -0,54 derajat celcius dan -0,61 derajat celcius.

Sedangkan dalam kondisi atmosfer ini juga menunjukan adanya penguatan angin timuran sehingga dua indikasi tersebut menandakan perkembangan awal la nina dan menunjukkan la nina lemah telah terjadi.

Samriyanto menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara mendadak.

“Selain itu, masyarakat juga kami minta untuk sigap terhadap potensi bencana banjir, banjir bandang dan tanah longsor,” tutupnya. (SN/PKL-07)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *