Sumbawa, SelarasNews.id – Sebagai upaya meningkatkan produksi pertanian, Pemerintah Kabupaten Sumbawa akan mencetak 2.500 hektare sawah baru yang tersebar di belasan kecamatan. Program ini merupakan bagian dari upaya mendukung Swasembada Pangan sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sumbawa, Ni Wayan Rusmawati, yang ditemui media ini di ruang kerjanya pada Senin, (19/01) mengatakan bahwa pada tahun 2026 Kabupaten Sumbawa mendapatkan alokasi lahan seluas 2.500 hektare melalui program cetak sawah baru dari pemerintah pusat.
Baca juga : 289 Calon Jamaah Haji Sumbawa Lunasi BPIH
“Pada tahun 2026 ini, Kabupaten Sumbawa mendapatkan program cetak sawah baru seluas 2.500 hektare untuk mendukung swasembada pangan,” ujar Ni Wayan Rusmawati.
Ia menjelaskan, lokasi program cetak sawah baru tersebut akan tersebar di belasan kecamatan yang memiliki potensi sumber air memadai, baik dari jaringan irigasi bendungan, cek dam, maupun irigasi perpompaan.
Baca juga : Bupati Sumbawa Luncurkan Bale Mula dan Coffee Night Dalam Rangkaian HUT ke-67 Kabupaten Sumbawa
Menurutnya, terdapat sejumlah kriteria lahan yang diusulkan untuk memperoleh program tersebut. Kriteria utama yang harus dipenuhi adalah ketersediaan sumber air, mengingat program ini bertujuan untuk meningkatkan produksi hasil pertanian, khususnya padi.
“Tidak semua lahan yang diusulkan bisa mendapatkan program ini. Lahan yang diprioritaskan adalah yang memiliki sumber air,” tegasnya.
Baca juga : Pawai Budaya Sumbawa, Tampilkan Aneka Budaya dan Kesenian Daerah
Program cetak sawah baru ini merupakan kebijakan pemerintah pusat dalam rangka meningkatkan produksi beras nasional serta menjaga ketahanan dan keamanan pangan, sehingga potensi terjadinya krisis pangan, khususnya beras, dapat diantisipasi.
Saat ini, luas lahan sawah di Kabupaten Sumbawa tercatat mencapai 55.772 hektare. Dengan adanya program cetak sawah baru tersebut, luas lahan sawah diproyeksikan meningkat menjadi 58.272 hektare.
Baca juga : Antisipasi Gagal Panen, Petani Padi di Sumbawa Diminta Ikuti Asuransi Pertanian
Ni Wayan Rusmawati menambahkan, program ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025, di mana Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya pembangunan jangka panjang melalui konsep trisula pembangunan, yaitu ketahanan pangan, energi, dan air.
“Harapan kami, program ini dapat berjalan sesuai target, sehingga mampu menjaga keamanan pangan nasional dan meminimalkan risiko terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (SN/PKL-08)

