Sumbawa, SelarasNews.id – Hingga saat ini pada januari 2026 tercacat sebanyak 5 kasus Demam Derdarah Dengue (DBD) telah terjadi di Kabupaten Sumbawa karena itu masyarakat diminta tetap waspada dan menjaga kebersihan lingkungan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Sarip Hidayat, mengatakan saat ini Kabupaten Sumbawa mulai memasuki awal tahun yang juga saat ini terjadi musim hujan peningkatan kasus DBD mulai terjadi.
Baca juga : Program MBG Presiden Prabowo Bantu Tingkatkan Konsentrasi Siswa
“Berdasarkan data untuk tahun 2025 lalu, kasus DBD tertinggi terjadi pada bulan Februari yakni sebanyak 130 kasus, kemudian pada januari 2025 sebanyak 10 kasus, maret 2025 sebanyak 62 kasus, sementara pada bulan lainnya terjadi 5 hingga 35 kasus DBD,” jelasnya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya pada Jumat, (23/01).
Ia menekankan pada tahun 2026 ini perlu diwaspadai adanya peningkatan kasus DBD dengan membersihkan lingkungan sekitar dan memantau jentik nyamuk aedes aegypti.
Baca juga : Masyarakat Sumbawa Diminta Waspada Kasus DBD Mulai Meningkat Saat Musim Hujan
“Peningkatan kasus DBD terjadi karena beberapa faktor seperti curah hujan yang cukup tinggi, pemukiman padat penduduk dan kebiasaan membuang sampah di sembarang tempat dan kasus dbd ini didominasi anak usia pra sekolah hingga Remaja,” jelasnya.
Diperlukan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan bahayanya dbd terutama pada kawasan padat pemukiman dengan tidak membuang sampah di sembarang tempat. Sebab dapat membantu mengurangi perkembangbiakan nyamuk terutama saat musim hujan seperti saat ini.
Baca juga : Sepanjang Tahun 2025, Sebanyak 441 kasus DBD Terjadi di Sumbawa dan Masyarakat Diminta Selalu Waspada
“Selain itu, di sekolah juga harus lebih intensif membersihkan lingkungan karena dominasi kasus DBD pada anak usia sekolah,” tegasnya.
Seperti sebelumnya kasus DBD tertinggi terjadi pada rentan waktu dari bulan Desember hingga Mei. “Memasuki musim hujan seperti saat ini diperlukan adanya gerakan jumantik yakni juru pemantau jentik di masing-masing Rumah dan selalu menjaga kesehatan dengan membersihan lingkungan,” tutupnya. (SN/PKL-004)

