Pemda Sumbawa, Prioritaskan Perbaikan Sekolah Terdampak Bencana

Pemda Sumbawa, Prioritaskan Perbaikan Sekolah Terdampak Bencana

Sumbawa, SelarasNews.id – Satuan pendidikan menjadi prioritas penanganan agar layanan pendidikan tetap berjalan dengan mengutamakan aspek keselamatan.

Selain bagi masyarakat, perbaikan dan penanggulangan bencana pada sekolah yang terdampak juga menjadi prioritas Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa. Perbaikan sekolah terdampak bencana banjir dan angin kencang akan dibiayai menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dan diperkirakan selesai dalam waktu sekitar satu bulan.

Baca juga : Pasca Bencana, Andi Rusni Minta Pemulihan Sarana Pendidikan Dipercepat

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Budi Prasetiyo, yang ditemui media ini saat mengunjungi wilayah terdampak bencana belum lama ini mengatakan kegiatan pendidikan tetap dapat dilaksanakan di wilayah terdampak bencana banjir maupun angin kencang selama keselamatan warga sekolah terjamin.

“Kebijakan pembelajaran harus mempertimbangkan perlindungan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan. Pendidikan jangan terhenti akibat bencana, tapi keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan harus selalu menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil oleh pihak sekolah.” jelasnya.

Upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah dilakukan agar hak belajar anak-anak di wilayah terdampak tetap terpenuhi. Penanggulangan bencana di sektor pendidikan harus dilakukan secara cepat, menyeluruh, dan berorientasi pada pemulihan anak-anak terdampak. Karena itu, perbaikan diusulkan menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dengan waktu pengerjaan yang cepat.

Baca juga : Dilanda Cuaca Ekstrem, 11 Kecamatan Di Sumbawa Terdampak Bencana Hidrometeorologi

Budi Prasetiyo menekankan pentingnya pemulihan pascabencana, khususnya dalam memperbaiki sekolah yang rusak, agar hak anak atas pendidikan tetap terlindungi. Penanggulangan bencana khususnya dalam bidang pendidikan diupayakan segera direvitalisasi, termasuk sekolah yang rusak dan yang biasa menjadi langganan banjir.

Pelaksanaan pembelajaran di sekolah terdampak bencana dilakukan secara fleksibel agar tetap sesuai dengan kondisi di lapangan. Pemulihan layanan pendidikan memerlukan dukungan berbagai pihak agar sekolah dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman dan ramah bagi peserta didik. (SN/PKL-02)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *