Sumbawa, SelarasNews.id – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumbawa menerima tambahan pasokan logistik penanggulangan bencana dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI, untuk korban bencana di 11 Kecamatan Kabupaten Sumbawa.
Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa, Riki Trisnadi, melalui Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa, Syarifah, S.Sos., M.Si., menjelaskan bantuan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan barang persediaan habis pakai untuk korban bencana alam.
Baca juga : Satukan Persepsi, Disos Sumbawa Asistensi DTSEN
Ia menyebut, bantuan ini sangat krusial untuk mengisi lumbung sosial daerah sebagai langkah berjaga-jaga (buffer stock).
“Bantuan logistik yang kami jemput ke Dinas Sosial Provinsi itu bantuan Menteri Sosial. Sudah sampai, dan segera kami distribusikan, terutama barang-barang kebutuhan dasar,” ujar Syarifah kepada NTBSatu, Senin, 26 Januari 2026.

Syarifah merinci, total nilai bantuan yang diterima mencapai Rp 137.481.650. Bantuan tersebut terdiri dari berbagai jenis kebutuhan mendesak, mulai dari 200 paket makanan siap saji, 200 paket makanan anak, 50 lembar tenda gulung, 70 lembar kasur, hingga 50 lembar selimut.
Selain itu, terdapat pula paket khusus berupa 50 paket kidswear, 50 paket family kit, serta sandang untuk dewasa dan anak.
Dalam prosesnya, logistik tersebut dijemput langsung oleh Tim Logistik Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinsos Sumbawa dari Dinas Sosial Provinsi NTB pada Sabtu, 24 Januari 2026, dan tiba di Sumbawa pada Minggu, 25 Januari 2026 malam.
Baca juga : DTKS Sumbawa 2026: Anomali Data Kemiskinan Ekstrim Lebih 20.000 KK
“Barang-barang ini rencananya siang ini akan dibongkar untuk segera ditata. Nantinya akan diserahkan kepada masyarakat korban bencana di beberapa lokasi yang membutuhkan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Syarifah menegaskan bahwa penyaluran bantuan di lapangan tidak bisa dilakukan sembarangan. Mengingat jumlah paket yang terbatas, seperti family kit yang hanya tersedia 50 paket, pihaknya menekankan penerapan skala prioritas yang ketat.

“Kami prioritaskan dulu yang kondisinya sangat parah. Karena paketnya sangat sedikit, tidak semua jenis barang jumlahnya banyak. Jadi harus selektif,” tegasnya.
Mengenai mekanisme distribusi, Syarifah menyebut pihaknya sangat bergantung pada validitas data kewilayahan. Dinsos Sumbawa saat ini menunggu sinkronisasi data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun pemerintah desa setempat untuk menghindari tumpang tindih penyaluran.
“Kami tidak punya data asesmen langsung. Teman-teman kami menunggu biar satu data dari BPBD atau dari desa itu sendiri, agar bantuan ini benar-benar tepat sasaran sesuai data yang masuk,” jelasnya. (SN/PKL-04)

