Akibat Cuaca Buruk Melanda Sumbawa, Banyak Nelayan Tidak Bisa Melaut

Akibat Cuaca Buruk Melanda Sumbawa, Banyak Nelayan Tidak Bisa Melaut

Sumbawa, SelarasNews.id – Cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa beberapa hari terakhir ini mengancam keberlangsungan hidup nelayan kecil di berbagai wilayah pesisir Kabupaten Sumbawa.

Akibat cuaca buruk yang terjadi saat ini, banyak nelayan di Kabupaten Sumbawa tidak bisa melaut. Selain nelayan, pedagang kuliner di pesisir pantai jempol juga tidak bisa membuka jualan.

Baca juga : Angka Kemiskinan Kabupaten Sumbawa Turun di Tahun 2025, BPS Tekankan Akurasi Pemutakhiran Data

Jamaluddin (52), salah seorang nelayan mengatakan cuaca ekstrem yang terjadi saat ini tidak hanya membahayakan nelayan, tetapi juga menyebabkan kerusakan infrastruktur pesisir serta menurunkan produksi perikanan tangkap maupun penghasilan masyarakat pesisir yang mengandalkan usaha kuliner di pesisir pantai.

“Kondisi ini semakin memperberat beban kami sebagai nelayan kecil yang selama ini bergantung dari hasil laut maupun jualan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” ujarnya.

Sebagian besar nelayan terpaksa menghentikan aktivitas melaut karena tingginya risiko keselamatan.

Para nelayan ini berharap kehadiran pemerintah untuk memberikan perlindungan lebih kuat bagi nelayan kecil. Selain membekali dengan informasi prakiraan cuaca.

Baca juga : Dilanda Cuaca Ekstrem, 11 Kecamatan Di Sumbawa Terdampak Bencana Hidrometeorologi

“Cuaca buruk ini, terkadang kami manfaatkan untuk memperbaiki perahu, alat tangkap, bahkan ada juga ada dari kami yang mencari aktivitas lain agar mendapatkan penghasilan, seperti saya ini membantu menyapu di tempat orang agar dapat uang,” ungkapnya.

Sementara itu, Suryani (47) yang merupakan warga pesisir mengungkapkan selama cuaca buruk ini mereka tidak membuka jualan kuliner di pantai Jempol Sumbawa, begitupun suaminya juga saat ini tidak bisa melaut.

“Untuk mendapatkan penghasilan selama cuaca buruk ini, saya bersama ibu-ibu lainnya mencari keong sawah untuk kami jual. Lumayanlah hasilnya bisa untuk beli beras,” ujarnya.

Kondisi semacam ini setiap tahun dialami masyarakat terutama saat musim hujan atau musim angin barat.

Mereka berharap cuaca ini kembali normal agar mereka dapat berjualan dan nelayan kembali dengan aktivitas melautnya. (SN/PKL-01)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *