Bantu Masyarakat, Mahasiswa KKN Unram Gelar Penyuluhan dan Pelatihan Pengolahan Biji Kakao Jadi Coklat

Bantu Masyarakat, Mahasiswa KKN Unram Gelar Penyuluhan dan Pelatihan Pengolahan Biji Kakao Jadi Coklat

Lombok Utara, SelarasNews.id – Kelompok Kuliah Kerja Nyata Program Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN PMD) Universitas Mataram (Unram) melaksanakan kegiatan penyuluhan dan pelatihan pengolahan biji kakao menjadi bubuk cokelat dengan metode tradisional di Desa Rempek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, pada Kamis, (22/01) lalu.

Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada masyarakat agar mampu mengolah biji kakao menjadi produk bernilai tambah. Selama ini, kakao yang dihasilkan warga umumnya hanya dijual dalam bentuk biji kering dengan nilai ekonomi yang relatif rendah.

Baca juga : Kajian Yuridis Kekuatan Keberlakuan Instruksi Bupati Sumbawa Nomor 2 Tahun 2024 dan Analisis Pertentangan Normatif terhadap Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2017 dalam Penataan Ritel Modern

Sebanyak 15 warga dari Dusun Soloh dan Dusun Duria mengikuti pelatihan yang terdiri dari sosialisasi dan praktik langsung. Proses pengolahan dimulai dari pemanenan buah kakao matang, pengupasan, fermentasi, pengeringan di bawah sinar matahari, penyangraian, hingga penggilingan biji kakao. Tahap akhir dilakukan pengayakan untuk menghasilkan bubuk kakao halus siap pakai.

Dalam pelaksanaan praktik, kelompok KKN PMD Unram menggunakan peralatan sederhana seperti batu lesung, wajan, spatula, dan kompor. Dari proses tersebut, diketahui bahwa setiap 1 kilogram biji kakao kering dapat menghasilkan sekitar 500 gram bubuk cokelat.

Baca juga : Bupati Sumbawa Tekankan Pelestarian Hutan Adalah Tanggung Jawab dan Kewajiban Bersama

Bubuk cokelat yang dihasilkan tidak hanya dapat digunakan sebagai bahan dasar cokelat, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi berbagai produk olahan lain seperti susu cokelat, perasa cokelat untuk makanan, maupun bahan campuran kue.

Melalui kegiatan ini, Ketua KKN PNM UNRAM, Feby Sultan Pratatama mengatatakan, masyarakat Desa Rempek diharapkan mampu mengembangkan usaha pengolahan kakao secara mandiri. Dengan keterampilan yang diperoleh, warga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga melalui produk olahan bernilai tambah. Ke depan, penggunaan peralatan yang lebih modern disarankan untuk mempercepat proses produksi sekaligus meningkatkan kualitas hasil olahan. Ungkapnya

Baca juga : Bupati Sumbawa Minta OPD, Lakukan Kajian Mendalam Sebelum Buat Keputusan

Program ini menjadi bagian dari upaya Kelompok KKN PMD Universitas Mataram dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan mengoptimalkan potensi lokal Desa Rempek guna mendorong peningkatan kesejahteraan ekonomi desa. Tambah feby Sultan Pratama Mahasiswa Unram Asal Sumbawa. (SN/01)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *