Sumbawa, SelarasNews.id – Bupati Sumbawa bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat melaksanakan ground breaking di desa Serading Kecamatan Moyo Hilir, pada kesempatan tersebut turut hadir anggota Komisi 4 DPR RI, Direktur Hilirisasi Peternakan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Forkopimda, Sekda, Staf Ahli, Para Asisten, Kepala OPD, BUMN, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat pada Jumat, (06/02) lalu.
Dalam sambutannya Direktur Hilirisasi Peternakan Kementerian pertanian Republik Indonesi, Dr. drh. Makmun, M, Sc. mengatakan Program tersebut merupakan terobosan pemerintah yang sangat penting bagi masyarakat terutama di Nusa Tenggara Barat (NTB) karena NTB memiliki produksi jagung yang signifikan, yaitu peringkat 3 secara nasional, dan kebutuhan pakan untuk jagung adalah 50% dari formula pakan.
“Bapak Presiden telah mengunci harga jagung, sehingga tidak ada lagi jagung yang harganya murah. Ini adalah kabar baik bagi para peternak kita,” ujarnya.

Ia berharap, program ini dapat berjalan dengan baik, terutama pabrik pakan, sehingga para peternak kita tidak kesulitan mendapatkan doc dan pakan yang terjangkau, selain itu dana
“KUR 3 persen untuk peternakan juga telah disediakan oleh pemerintah untuk mendukung program ini. Pemerintah mengajak semua pihak untuk bekerja sama, sehingga program ini dapat memberikan manfaat yang luas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTB,” tutupnya.
Baca juga : Tinjau Langsung Dampak Banjir Empang, Bupati Jarot: Hutan Gundul dan Sungai Menyempit Jadi Penyebab Utama
Sementara itu Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot dalam sambutannya menyampaikan Proyek ini merupakan salah satu dari enam proyek unggas terintegrasi yang akan dibangun di Indonesia, dan merupakan hasil kerja keras pemerintah pusat dan daerah yangi akan membawa kemakmuran bagi masyarakat Sumbawa dan NTB. “Kami berharap, proyek ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” ucapnya.
Lebih lanjut Bupati Sumbawa mengatakan Proyek Unggas Terintegrasi ini akan meliputi pembangunan pabrik pakan, pembibitan, dan pengolahan hasil unggas. “Proyek ini juga akan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar,” tutupnya.

Pada acara ground breaking tersebut Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, S,IP, M.Si, mengatakan bahwa pengembangan dan pembangunan industri poltri atau industri ayam terpadu yang akan dibangun oleh Danantara melalui Berdikari adalah program dari pemerintah pusat yang telah diperjuangkan sejak Juni 2025.”
“Alhamdulillah, NTB menjadi salah satu dari enam provinsi yang ditetapkan menjadi tempat dimulainya dibangunnya industri ayam terpadu ini,” kata Miq Iqbal sapaan akrab Gubernur NTB.
Baca juga : Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI, Polsek Labuhan Badas Gotong Royong Bersihkan Lingkungan Sekitar
Miq Iqbal juga menjelaskan bahwa industri ayam terpadu ini akan meliputi seluruh ekosistem, mulai dari grand parents stock, parents stock, final stock, industri pakan, industri pengolahan ayam, dan lain-lain.
“Insyaallah, ini akan melengkapi ekosistem supply dan menjamin supply untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG),” kata Miq Iqbal.

Miq Iqbal juga menekankan bahwa program MBG di NTB sudah melebihi target awal dan telah masuk ke target tahap kedua, kita harus memastikan bahwa program ini merata di seluruh NTB, termasuk di Sumbawa dan ada skema 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) yang sedang dalam tahap penyelesaian untuk memastikan pemerataan program MBG.
“Presiden menetapkan bahwa pada Desember 2026, program MBG harus sudah 100%,” kata Gubernur.Gubernur berharap bahwa di bulan Mei, NTB sudah mencapai 100% target MBG,” tutup Miq Iqbal. (SN/PKL-08)

