Tinjau Langsung Dampak Banjir Empang, Bupati Jarot: Hutan Gundul dan Sungai Menyempit Jadi Penyebab Utama

Tinjau Langsung Dampak Banjir Empang, Bupati Jarot: Hutan Gundul dan Sungai Menyempit Jadi Penyebab Utama

Sumbawa, SelarasNews.id – Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, turun langsung meninjau lokasi kerusakan infrastruktur akibat banjir di sejumlah desa di Kecamatan Empang, Minggu (08/02).

Didampingi Sekretaris Daerah Dr. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., unsur TNI-Polri, BPBD, serta perangkat daerah terkait, Bupati menyusuri titik-titik terdampak sekaligus berdialog dengan warga korban banjir.

Baca juga : BPBD Sumbawa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Desa Lebangkar

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Desa Lamenta. Di sana, Bupati menyapa masyarakat, mendengarkan keluhan, sekaligus memastikan bantuan logistik tersalurkan langsung kepada warga.

Menurut Bupati, banjir yang terjadi tidak semata karena curah hujan tinggi, tetapi juga dipicu kerusakan lingkungan, terutama hutan gundul serta kondisi sungai yang menyempit dan dangkal.

“Banjir ini bukan hanya karena hujan deras. Hutan kita banyak yang gundul, sungai menyempit dan dangkal, sehingga air cepat meluap ke permukiman,” ujarnya usai berdialog dengan warga.

Baca juga : Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI, Polsek Labuhan Badas Gotong Royong Bersihkan Lingkungan Sekitar

Ia menjelaskan, sejak awal menerima laporan, tim BPBD dan relawan langsung diterjunkan ke lokasi untuk penanganan darurat, termasuk membantu evakuasi warga dan menyalurkan bantuan awal.

“Begitu ada laporan, tim langsung turun membantu evakuasi dan membawa bantuan awal yang dibutuhkan masyarakat,” katanya.

 

Pada kunjungan tersebut, Bupati bersama jajaran TNI-Polri juga menyerahkan bantuan sembako serta kebutuhan dasar bagi korban banjir.

Selain penanganan darurat, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah perbaikan jangka menengah dan panjang. Dari hasil peninjauan lapangan, ditemukan sejumlah kerusakan infrastruktur seperti fasilitas air bersih, tembok pengaman sungai, bronjong, sedimentasi saluran, penyempitan dan pendangkalan sungai.

Bupati menegaskan, seluruh kerusakan akan segera didata dan dihitung kebutuhannya untuk ditindaklanjuti secepat mungkin.

“BPBD sudah turun mendata semua lokasi. Segera kita hitung kebutuhannya dan insyaallah tahun ini kita kerjakan. Secepatnya,” tegasnya.

Baca juga : Program Hilirasi Ayam Terintegrasi di Kabupaten Sumbawa Dimulai

Ia berharap penanganan cepat serta perbaikan infrastruktur dan lingkungan dapat meminimalisir risiko banjir di masa mendatang, sehingga masyarakat Empang bisa kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman. (01), Baznas, serta perangkat daerah terkait, Bupati menyusuri titik-titik terdampak sekaligus berdialog dengan warga korban banjir.

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Desa Lamenta. Di sana, Bupati menyapa masyarakat, mendengarkan keluhan, sekaligus memastikan bantuan logistik tersalurkan langsung kepada warga.

Menurut Bupati, banjir yang terjadi tidak semata karena curah hujan tinggi, tetapi juga dipicu kerusakan lingkungan, terutama hutan gundul serta kondisi sungai yang menyempit dan dangkal.

“Banjir ini bukan hanya karena hujan deras. Hutan kita banyak yang gundul, sungai menyempit dan dangkal, sehingga air cepat meluap ke permukiman,” ujarnya usai berdialog dengan warga.

Ia menjelaskan, sejak awal menerima laporan, tim BPBD dan relawan langsung diterjunkan ke lokasi untuk penanganan darurat, termasuk membantu evakuasi warga dan menyalurkan bantuan awal.

“Begitu ada laporan, tim langsung turun membantu evakuasi dan membawa bantuan awal yang dibutuhkan masyarakat,” katanya.

Baca juga : Johan Rosihan: Dukung Program MBG Dapat Dilakukan Dengan Mengoptimalkan Potensi Peternakan Daerah

Pada kunjungan tersebut, Bupati bersama jajaran TNI-Polri juga menyerahkan bantuan sembako serta kebutuhan dasar bagi korban banjir.

Selain penanganan darurat, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah perbaikan jangka menengah dan panjang. Dari hasil peninjauan lapangan, ditemukan sejumlah kerusakan infrastruktur seperti fasilitas air bersih, tembok pengaman sungai, bronjong, sedimentasi saluran, penyempitan dan pendangkalan sungai.

Bupati menegaskan, seluruh kerusakan akan segera didata dan dihitung kebutuhannya untuk ditindaklanjuti secepat mungkin.

“BPBD sudah turun mendata semua lokasi. Segera kita hitung kebutuhannya dan insyaallah tahun ini kita kerjakan. Secepatnya,” tegasnya.

Ia berharap penanganan cepat serta perbaikan infrastruktur dan lingkungan dapat meminimalisir risiko banjir di masa mendatang, sehingga masyarakat Empang bisa kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman. (SN/PKL-05)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *