Sumbawa, SelarasNews.id – Program MBG sudah mulai dilaksanakan di seluruh kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Barat (NTB) meski belum merata ke semua sekolah yang ada.
Anggota Komisi IV DPR RI, H. Johan Rosihan, ST., meminta daerah memanfaatkan kehadiran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Presiden Prabowo Subianto dengan memaksimalkan potensi yang ada.
“Adanya program ini daerah dapat melibatkan petani, peternak hingga nelayan lokal sebagai pemasok kebutuhan dapur,” ungkap H. Johan saat ditemui media ini belum lama ini.
Baca juga : 7 Kasus Baru HIV Ditemukan Sumbawa dan Masyarakat Diminta Untuk Waspada Penularan
H. Johan mengatakan sebagai upaya mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan meningkatkan ekonomi masyarakat dengan adanya kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada harus dari petani, peternak hingga nelayan lokal yang ada disetiap daerah.
“Hal ini penting guna membangun ekosistem ekonomi lokal dalam Program MBG sehingga kehadiran MBG dapat dirasakan semua lapisan masyarakat manfaatnya,” jelas H. Johan.
Sejauh ini komoditi lokal seperti beras, ikan, dan daging masih cukup memadai di Pulau Sumbawa. Sementara untuk sayur-sayuran selain di produksi petani Pulau Sumbawa juga masih didatangkan dari pulau. Sementara untuk telur ayam maupun daging ayam masih didatangkan dari luar NTB.
Baca juga : Pengurus Kabupaten PERTINA Sumbawa Periode 2025 – 2029 Resmi Dikukuhkan
“Dengan ketersediaan bahan baku lokal yang memadai akan meminimalisir kerusakan bahan yang mudah rusak seperti sayur-sayuran maupun buah-buahan karena jarak tempuh yang dekat. Sekaligus menjamin kebersihan dan higienitas proses produksi,” terang H. Johan.
Karena itu, Ia mendorong petani lokal, BUMDes bahkan SMK jurusan pertanian hingga masyarakat untuk membudidayakan sayur-sayuran guna menopang kebutuhan Program MBG.
Baca juga : Program Hilirisasi Unggas Terintegrasi Senilai 1,3 Triliun Rupiah Hadir di Sumbawa
“Dalam hal ini penting juga adanya peran dan gerakan dari koperasi dalam menopang MBG berbasis lokal, terlebih lagi Program Presiden Prabowo mengkolaborasikan MBG dan Koperasi Desa Merah Putih (KMP) merupakan bentuk keberpihakan terhadap ekonomi kerakyatan,” tegas H. Johan.
Dengan mengintegrasikan program kesehatan nasional dengan pembangunan ekonomi kerakyatan sehingga generasi emas 2045 dapat terwujud dengan baik. (SK/PKL-03)

