Sumbawa, SelarasNews.id – Dinas Kesehatan (Dikes) Sumbawa, mengaku ada tiga unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditutup sementara pemerintah yang tersebar di tiga kecamatan.
“Tiga unit SPPG yang ditutup sementara tersebut berada di kecamatan Tarano, Empang, dan Lunyuk. Khusus untuk SPPG Lunyuk kami masih menunggu hasil uji dari BBPOM,” kata Kadikes Sumbawa, H. Sarip Hidayat kepada media ini pada Kamis, (19/2).
Sarip melanjutkan, dua SPPG yang berada di kecamatan Tarano dan Empang ditutup sementara lantaran ada masalah di internal. Sementara SPPG Lunyuk ditutup karena ditemukan adanya dugaan keracunan terhadap sejumlah siswa yang terjadi beberapa minggu lalu.
Baca juga : Ditanami Jagung, Pemda Sumbawa Komit Kembalikan Fungsi Lahan Perhutanan Sosial
“Kalau untuk Empang dan Tarano lebih ke masalah internal sehingga ditutup sementara. Sementara khusus untuk SPPG Lunyuk kami masih menunggu hasil uji BBPOM,” ucapnya.
Ia pun meyakinkan, khusus untuk SPPG Lunyuk pihaknya sudah mengambil sampel makanan yang diduga menjadi pemicu keracunan. Sampel tersebut pun sudah dikirim ke BBPOM untuk dilakukan uji laboratorium lebih lanjut untuk memastikan penyebab terjadinya keracunan.
“Sampelnya masih diuji di BBPOM, kami masih menunggu hasilnya. Apakah dugaan keracunan disebabkan oleh makanan MBG atau dari makanan lain yang ada di sekolah,” ujarnya.
Baca juga : Respon Cepat Laporan Pengeroyokan, Polsek Lape Amankan Empat Remaja Terduga Pelaku
Seraya menambahkan, tiga unit SPPG yang berstatus tutup sementara tersebut tidak boleh melakukan aktivitas apapun. Bahkan ada sanksi yang dikenakan nantinya ketika mereka memaksa diri untuk tetap melakukan aktivitas usaha.
“Masih kita hentikan untuk sementara hingga waktu yang tidak ditentukan. Kami pun meminta kepada pengelola SPPG untuk tetap memperhatikan kebersihan makanan yang akan diberikan kepada para siswa/siswi,” pungkasnya. (SN/PKL-06)

