Sumbawa, SelarasNews.id – Pemerintah Desa Karang Dima menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Karang Taruna Somo Intan Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, pada Sabtu, (21/02). Kegiatan ini bertujuan untuk membekali generasi muda agar lebih kreatif, inovatif, dan mampu menggerakkan roda ekonomi desa di tengah perubahan zaman.
Kepala Desa Karang Dima, Ibrahim Besari, dalam sambutannya menekankan pentingnya perubahan pola pikir pemuda. Ia menegaskan bahwa Karang Taruna tidak boleh hanya sekadar nama, melainkan harus bergerak di bidang yang nyata dan berkelanjutan.
Baca juga : Satu Tahun Pemerintahan Jarot-Ansori, Bupati Sumbawa Ajak Masyarakat Dukung Pembangunan Daerah
“Sepuluh tahun ke depan, wajah ekonomi kita akan berubah total. Jika Allah meridhoi, wilayah kita akan menjadi pasar induk. Kita harus siap menyongsong itu sebagai pelaku, bukan sekadar penonton. Kita ini Desa Rasa Kota,” ujar Ibrahim.

Dirinya juga menyarankan agar Karang Taruna mulai menyusun proposal kegiatan yang berorientasi pada hasil ekonomi, bukan sekadar bekerja tanpa arah. Pemerintah Desa berkomitmen mendukung melalui anggaran jika rencana yang diajukan jelas dan memberikan dampak bagi kesejahteraan warga.
Ketua Karang Taruna Kabupaten Sumbawa, Ahmadul Kusasih, SH, yang turut hadir memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia mengingatkan bahwa Karang Taruna memiliki payung hukum yang kuat melalui Permensos No. 9 Tahun 2025 (perubahan dari Permensos 25/2019).
Baca juga : Bupati Sumbawa Gelar Silahturahmi dan Safari Ramadan 1447 Hijriah di Desa Batu Tering
“Karang Taruna adalah wadah pemuda yang memiliki budi luhur dan ide cemerlang. Posisi kalian sejajar dengan lembaga desa lainnya seperti RT, RW, dan PKK. Gunakan kesempatan ini untuk bersinergi dengan Kepala Desa agar program kerja Karang Taruna sejalan dengan pembangunan desa,” kata Ahmadul yang telah berkiprah selama 20 tahun di organisasi tersebut.
Dalam pemaparan materi peningkatan kapasitas, Sekjen Karang Taruna, Rahmansyah SE.M.M.Inov menekankan bahwa tantangan pemuda saat ini adalah kreativitas dan kesungguhan. Ia memberikan contoh sukses daerah lain yang mampu menciptakan produk unggulan seperti “Teh Bujang” (Teh Bulu Jagung) yang berhasil menembus pasar internasional.

Beberapa poin penting yang ditekankan untuk pengurus Karang Taruna “Somo Intan” antara lain Penyusunan Program Kerja. “Jangan meminta anggaran terlebih dahulu sebelum memiliki program yang matang (jangka pendek dan panjang” imbuhnya
Untuk itu perlu diidentifikasi potensi dengan memanfaatkan sektor wisata dan pertanian yang ada di Desa Karang Dima. Yang dapat menjadi penggerak pembangunan sosial budaya sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi organisasi.
Baca juga : Pastikan Kesehatan Penerima Manfaat, Tiga SPPG di Sumbawa Ditutup Sementara
“Karang Taruna bukan hanya tentang kegiatan 17 Agustusan. Kalian adalah lembaga ekonomi dan sosial. Belajarlah menjadi moderator, MC, atau pengelola unit usaha desa agar organisasi ini hidup dan bermanfaat,” pungkasnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Pemerintah Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta seluruh pengurus dan anggota Karang Taruna Somo Intan yang antusias mengikuti jalannya peningkatan kapasitas hingga selesai. (SN/PKL-08)

