Harga Pangan Awal Ramadan Melonjak, Johan Rosihan Desak Stabilisasi Terukur Berbasis Data Wilayah

Harga Pangan Awal Ramadan Melonjak, Johan Rosihan Desak Stabilisasi Terukur Berbasis Data Wilayah

Sumbawa, SelarasNews.id – Kenaikan harga pangan di awal Ramadan menjadi sorotan serius Anggota Komisi IV DPR RI, H. Johan Rosihan, ST. setelah hasil pemantauan di pasar rakyat menunjukkan lonjakan cukup tajam pada sejumlah komoditas strategis.

Temuan tersebut diperoleh dari pantauan langsung di Pasar Seketeng, Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat, yang memperlihatkan kenaikan harga di atas 15 persen, bahkan beberapa komoditas menembus lebih dari 30 persen hanya dalam waktu singkat.

Baca juga : Berbagi Keberkahan Ramadan, Rumah Aspirasi H. Johan Rosihan Bagikan Ratusan Takjil Setiap Hari

“Dari pantauan lapangan, beras naik dari Rp 14.000 menjadi Rp 17.000 per kilogram atau sekitar 21 persen. Cabai dari Rp 80.000 menjadi Rp 110.000 per kilogram atau naik hampir 37 persen,” ujarnya, Minggu (22/02) kepada SelarasNews.id

“Bahkan ikan lajang yang sebelumnya Rp 25.000 kini menyentuh Rp 40.000 per kilogram atau naik sekitar 60 persen,” sambung Anggota DPR RI jebolan Dapil NTB 1 Pulau Sumbawa tersebut.

Selain komoditas tersebut, harga bawang merah dan bawang putih naik dari Rp 37.000 menjadi Rp 45.000 per kilogram. Gula pasir meningkat dari Rp17.500 menjadi Rp 19.000 hingga 20.000 per kilogram.

Baca juga : Selama Ramadan Waktu Penjualan Kuliner di Sumbawa Beralih ke Sore Hingga Malam Hari

Tak hanya itu, adapun ayam potong dari Rp 38.000 menjadi Rp 45.000 per kilogram, serta minyak goreng kemasan program pemerintah dari Rp 17.500 menjadi Rp 20.000 per liter.

Kemudian harga kelapa juga melonjak dari Rp 7.000 menjadi Rp 10.000 hingga 11.000 per butir. Sementara itu, daging sapi di kisaran Rp 125.000 per kilogram dan tepung terigu Rp 9.000 per kilogram relatif stabil.

Selanjutnya, masih kata Johan Rosihan mengungkapkan, permintaan gas elpiji ukuran 3 kilogram dan 12,5 kilogram juga dilaporkan meningkat seiring kebutuhan Ramadan.

Baca juga : Pansel Umumkan 12 Nama Untuk Diangkat Jadi Kepala OPD Kabupaten Sumbawa

Menurut dia, lonjakan harga di atas 15 hingga 20 persen dalam waktu singkat sudah masuk kategori tekanan musiman yang memerlukan langkah stabilisasi terukur.

Ia menegaskan persoalan tersebut tidak semata berkaitan dengan produksi nasional, melainkan lebih pada ketepatan distribusi dan kecepatan intervensi pemerintah.

“Secara nasional produksi beras kita relatif seimbang dengan konsumsi. Karena itu stabilitas harga sangat ditentukan oleh kekuatan cadangan dan presisi distribusi antarwilayah,” kata Johan Rosihan.

Baca juga : Tebar Kebaikan Polres Sumbawa Bersama Bhayangkari, Bagikan Ratusan Takjil

“Surplus nasional tidak otomatis menjamin stabilitas di pasar lokal,” imbuh Legislator Senayan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang dikenal cukup vocal itu.

Johan Rosihan juga menyoroti peran Satgas Pangan di daerah dalam pengawasan dan penegakan hukum terhadap potensi penimbunan maupun praktik spekulasi.

Namun, Johan Rosihan menilai stabilisasi harga tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan represif, melainkan harus bertumpu pada manajemen stok dan distribusi yang efektif berbasis data wilayah.

Baca juga : Gerak Cepat dan Sigap, BPBD Sumbawa Salurkan Bantuan Logistik ke Dua Desa Terdampak Banjir

“Penegakan hukum penting untuk mencegah distorsi, tetapi stabilitas pangan tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan represif. Intervensi berbasis data wilayah dan penguatan cadangan harus berjalan lebih cepat daripada tekanan pasar,” tegas Johan Rosihan.

Dia meminta intervensi difokuskan pada komoditas dengan lonjakan harga di atas 20 persen serta memperkuat distribusi protein lokal seperti ikan dan ayam agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

Oleh karenanya, pria yang juga Ketua Biro Organisasi DPP PKS tersebut mendorong Satgas Pangan Daerah bergerak cepat melindungi masyarakat dari praktik spekulasi.

“Jangan biarkan rakyat sendiri menghadapi ulah para spekulan yang tidak bermoral memanfaatkan tingginya permintaan pada bulan puasa ini,” pungkas Johan Rosihan. (SN/PKL-05)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *