Sumbawa, SelarasNews.Id – Setiap ramadan penjual takjil atau menu berbuka puasa selalu membanjiri pinggir jalan. Munculnya para pedagang musiman ini, terkadang membuat jalan jadi macet. Karena itu, para pedagang berharap adanya tempat khusus yang representatif dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa.
“Penjualan takjil pada bulan suci Ramadan 1447 hijriah di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat dinilai dapat menumbuhkan ekonomi baru bagi masyarakat,” ungkap Ade Ade Fitriana salah seorang pengusaha kuliner yang ditemui media ini pada Senin, (23/02).
Baca juga : Diduga Akibat Main Petasan Kios dan Satu Unit Motor di Sumbawa Ludes Dilalap Si Jago Merah
Ia mengatakan dari hari pertama Puasa Ramadan ekonomi keluarganya terbantu hingga meraup keuntungan lebih dari 500 Ribu Rupiah.

“Para pedagang takjil seperti kami ini setiap bulan ramadan seperti saat ini selalu memadati jalan yang ada dan bisa menghasilkan pendapatan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan,” tambahnya.
Terkadang karena tingginya animo masyarakat yang berburu takjil membuat jalan mejadi macet. “Karena itu, kami berharap kepada pemerintah daerah dapat menyiapkan lokasi yang representatif guna menampung semua UMKM musiman selama ramadan sehingga masyarakat tidak lagi berjualan dipinggir jalan,” jelasnya.
Baca juga : Diduga Akibat Main Petasan Kios dan Satu Unit Motor di Sumbawa Ludes Dilalap Si Jago Merah
Dengan penataan UMKM musiman akan membuat momentum ramadan lebih menarik, karena semua penjual takjil dikumpul pada satu lokasi dan dapat menjadi bazar ramadan.
Para menjual makanan takjil ini beranekaragam mulai gorengan, minuman, kue basah, kue kering, kolak hingga pepes ikan dan sayuran. Pedagang mulai menjajakan dagangannya sejak pukul 15. 00 wita sampai 18.00 wita.

Sementara itu, Tuti Alawiyah pedagang kuliner lainnya mengatakan setiap tahunnya selalu berjualan takjil dan adanya tempat yang representatif yang disiapkan pemerintah daerah setiap ramadan setiap tahunnya untuk pedagang musiman.
“Setiap tahunnya saya selalu berdagang di sekitar ruas jalan yang bahkan lokasinya tidak tetap dalam setiap tahunnya,” ungkapnya.
Mereka berharap adanya lokasi jualan yang representatif selama bulan ramadan ini, selain dapat menumbuhkan ekonomi baru juga penyerapan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. (SN/PKL-01)

