Sumbawa, SelarasNews.id – Masakan khas Sumbawa seperti sepat, singang, sate sira bage, goreng samawa, dan lainnya menjadi andalan untuk menu berbuka puasa. Hal itu membuat rumah makan khas Sumbawa ramai dipadati pengunjung yang berbuka puasa.
Bulan Ramadan seperti saat ini membawa berkah bagi beberapa orang, seperti para pengusaha kuliner khas Sumbawa yang mampu meraup omzet puluhan juta rupiah dalam sehari.
Baca juga : Pemkab Sumbawa Siapkan 200 Miliar Rupiah Untuk Pembangunan Sekolah Rakyat di Labuhan Badas
Meski cukup jauh dari pusat kota Sumbawa, Rumah Makan Bu Mini yang terletak di Desa Sebewe, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat (NTB) selalu ramai pengunjung.

Pemilik rumah makan Bu Mini, Mahyawati (33), mengatakan bahwa saat Ramadan jumlah pengunjung biasanya meningkat, terutama pada waktu berbuka puasa. “Saat Ramadan jumlah pengunjung meningkat cukup signifikan, terutama menjelang waktu berbuka. Karena itu, kami sudah mulai melakukan persiapan sejak pagi, mulai dari pemotongan sapi hingga menyiapkan bumbu masakan khas Sumbawa.” jelasnya.
Dikatakannya pada hari biasa, rumah makan ini mulai memasak sejak pagi. Namun selama Ramadan, persiapan menu berbuka umumnya dimulai sekitar pukul 15.00 WITA. Sementara itu, menu sate sira bage tetap diproses sejak pagi hari karena membutuhkan waktu pengolahan yang lebih lama.
Baca juga : 51 Unit SPPG di Sumbawa Masih Menunggu Penetapan Lokasi Dari BGN
Selain itu, tingginya minat pengunjung membuat sistem reservasi diterapkan. Bahkan, banyak pelanggan melakukan pemesanan dari beberapa hari sebelumnya.
Rumah makan yang berdiri sejak tahun 2015 ini mengandalkan kualitas rasa dan pelayanan sehingga tetap konsisten ramai dikunjungi masyarakat di Kabupaten Sumbawa. “Konsistensi rasa menjadi kunci utama bagi kami dalam mempertahankan pelanggan lebih dari satu dekade,” sambungnya.

Mahyawati mengungkapkan bahwa proses pengolahan bahan dilakukan secara langsung untuk menjaga kualitas, termasuk pemilihan daging yang dipastikan melalui pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan. “Sejak awal berdiri, menu andalan kami adalah sate sira bage khas Sumbawa, goreng samawa, siong sira sepat, dan singang. Selain itu, ada menu lain seperti nasi goreng, bahkan minuman es teler juga menjadi favorit pelanggan sejak hari pertama kami buka.” terangnya.
Diceritakannya usaha tersebut berawal dari pengalaman ibunya yang sudah lama berjualan makanan sederhana di kampung sejak tahun 2003 lalu, seperti nasi campur dan mie ayam. “Dulu ibu saya sudah jualan dari kecil-kecilan di sekitar kampung. Dari situ kami belajar tentang rasa dan pelanggan,” bebernya.
Baca juga : Target Layani 200 Ribu Jiwa di Sumbawa, 122 Unit SPPG Tuntas Sesuai Arahan Pemerintah Pusat
Mahyawati menjelaskan, ide membuka rumah makan yang lebih besar muncul ketika dirinya masih melanjutkan pendidikan dan melihat potensi usaha kuliner keluarga. “Setelah saya kembali ke Sumbawa, saya bersama ibu saya memutuskan membuka rumah makan dengan konsep menu khas daerah,” tutupnya. (SN/PKL-05)

