Sumbawa, SelarasNews.id – Cabai merupakan salah satu bahan pokok yang hampir selalu ada dalam masakan masyarakat Indonesia seperti halnya beberapa masakan khas Sumbawa, rasanya yang pedas dan khas membuat cabai sulit tergantikan dalam kuliner Nusantara.
Sebagai langkah mengantisipasi lonjakan harga cabai karena penggunaan cabai cukup banyak, salah satu rumah makan di Kabupaten Sumbawa menanam sendiri cabainya.
Baca juga : Jaga Kamtibmas Akhir Pekan, Polres Sumbawa Intensifkan Patroli KRYD di Sejumlah Titik Rawan
“Dalam sehari aja kami dapat menggunakan sekitar 7 hingga 8 kilo gram cabai untuk masakan dan sambal,” ujar Mahyawati (33) Pemilik Rumah Makan Bu Mini.

Ia mengatakan cara itu juga dilakukan untuk menjaga kualitas dari bahan yang digunakan.
“Harga cabai ini fluktuatif seringkali menjadi keresahan ibu rumah tangga termasuk rumah makan. Karena itu, kami menanam cabai di pekarangan sehingga menjadi solusi cerdas dan berkelanjutan untuk rumah makan kami,” jelasnya.
Baca juga : Penemuan Mayat Anak di Sebotok Pulau Moyo, Teridentifikasi Korban Tenggelam Asal Lombok Timur
Rumah makan ini terletak di desa Sebeweh Kecamatan Moyo Utara Kabupaten Sumbawa dan memiliki pekarangan yang sangat luas.
“Pekarangan itulah yang kami manfaatkan untuk menanam cabai dan juga beberapa jenis sayuran lainnya hingga buah seperti pepaya. Semua tanaman ini adalah organik karena kami tidak menggunakan pupuk organik,” ungkapnya.

Dikatakannya selain menghemat pengeluaran, menanam cabai juga memperkuat ketahanan pangan keluarga.
“Cabai ini kami tanam di sela-sela tanaman buah seperti pepaya. Menariknya, cabai yang kami tanam langsung tumbuh di tanah tanpa menggunakan pot,” bebernya.
Tanaman cabai tumbuh subur dan menghasilkan buah cukup banyak. Kini, kebutuhan cabai sehari-hari rumah makannya bisa terpenuhi dari pekarangan yang ada.
Baca juga : Bupati Sumbawa Manfaatkan Safari Ramadan Sebagai Acuan Tentukan Kebijakan Pembangunan Daerah
Tumpang sari antara tanaman cabai dengan pepaya dan juga beberapa sayur lainnya seperti terong, okra dan lainnya sangat menguntungkan karena tanah termanfaatkan maksimal.
Ia juga tidak perlu menambah pupuk karena sisa nutrisi pepaya dan pepohonan lain di sekitarnya ikut menyuburkan cabai.
“Hasil panen cabai kami gunakan sebagai bahan untuk masakan serta sambal di rumah makan milik saya,” tambahnya.
Mahyawati merasa menanam cabai turut menunjang kelangsungan usaha kulinernya. (SN/PKL-01)

