Penjualan Dendeng Sira Bage Rarit Maros, Selama Ramadan Meningkat

Penjualan Dendeng Sira Bage Rarit Maros, Selama Ramadan Meningkat

Sumbawa, SelarasNews.id – Kuliner khas Sumbawa, seperti dendeng sira bage atau rarit, mengalami peningkatan penjualan selama Ramadan 1447 Hijriah. Momentum bulan suci ini membawa berkah bagi para pelaku usaha kuliner tradisional.

Salah satunya adalah Rarit Ramos yang berlokasi di Desa Nijang, Kecamatan Unter Iwes. Dalam sehari, usaha ini memproduksi sekitar 80 hingga 100 kilogram daging sapi yang diolah menjadi dendeng sira bage dan abon.

Baca juga : Miliki Pekarangan Luas, Rumah Makan Bu Mini Sumbawa Manfaatkan Pekarangan Untuk Tanam Cabai

Pemilik usaha, Sri Harnaningsih Agun, mengatakan bahwa selama Ramadan terjadi peningkatan produksi yang cukup signifikan dibanding hari biasa.

“Kami biasanya memproduksi sekitar 80 kilogram daging sapi per hari, tetapi selama Ramadan meningkat menjadi 100 kilogram per hari,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh produksi tersebut habis terjual hanya dalam waktu satu hari.

“Kalau di hari biasa, 100 kilogram daging sapi yang kami olah menjadi rarit sira bage dan abon biasanya habis dalam dua sampai tiga hari. Namun, selama Ramadan semuanya habis dalam satu hari saja,” jelasnya.

Baca juga : Jaga Kamtibmas Akhir Pekan, Polres Sumbawa Intensifkan Patroli KRYD di Sejumlah Titik Rawan

Untuk harga, rarit sira bage kemasan satu kilogram dijual seharga Rp350.000, sedangkan kemasan setengah kilogram dijual Rp175.000. Sementara itu, abon daging sapi kemasan 250 gram dijual Rp200.000 dan kemasan 125 gram dijual Rp100.000.

Sri Harnaningsih Agun menjelaskan bahwa usaha yang telah berdiri sejak tujuh tahun lalu ini mengutamakan kualitas rasa dan bahan baku agar tetap diminati masyarakat.

“Kami memilih dan mengolah daging secara langsung untuk menjaga kualitas produk. Kami juga menjaga cita rasa agar tetap konsisten,” katanya.

Produk rarit dan abon ini tersedia dalam dua varian kemasan, yakni kemasan cup dan kemasan vakum atau kedap udara. Selain itu, produk tersebut telah memiliki izin lengkap, seperti PIRT, sertifikat halal, hingga BPOM, serta telah dipasarkan hingga ke luar negeri.

Dengan meningkatnya permintaan selama Ramadan, usaha kuliner khas Sumbawa ini mampu meraup omzet jutaan rupiah per hari dan menjadi salah satu produk unggulan daerah yang digemari masyarakat. (SN/PKL-06)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *