Pemkab Sumbawa Siapkan Tenaga Kerja Lokal dalam Proyek Industri Unggas Terintegrasi

Pemkab Sumbawa Siapkan Tenaga Kerja Lokal dalam Proyek Industri Unggas Terintegrasi

Sumbawa, SelarasNews.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumbawa berkomitmen penuh untuk memastikan pengusaha dan tenaga kerja lokal berperan  dalam proyek industri unggas terintegrasi yang baru dilakukan peletakan batu pertama di Desa Serading Kecamatan Moyo Hilir belum lama ini.

“Saat ini, kami tengah menjalin komunikasi intensif dengan pelaksana proyek guna memaksimalkan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumbawa, Dedy Heriwibowo.

Baca juga : Raker Tahunan FPRB Sumbawa Bahas Penguatan Desa, Mitigasi, dan Regulasi Kebencanaan

Ia menyebutkan pembangunan konstruksi industri tersebut melibatkan PT Food ID sebagai perwakilan BUMN, serta PT Agriculture Global Khatulistiwa (AGK) sebagai pelaksana teknis di lapangan.

“Proyek ini sudah memasuki tahapan krusial, yakni penyusunan Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED). Dalam hal ini  kami turut berperan aktif dalam membantu pengumpulan data yang dibutuhkan tim teknis,” ujar Dedy sapaan akrab Kepala Bapperida Kabupaten Sumbawa saat ditemui media ini pada Senin, (02/03).

Baca juga : Dua Rumah Panggung Hangus Dilahap Si Jago Merah dan 2 Orang Terluka Ditangani Puskesmas

Tim teknis sedang bekerja menyusun DED, mulai dari tata letak bangunan, aksesibilitas, drainase, hingga perkiraan jumlah kebutuhan tenaga kerja.

“Kami akan mengutamakan penyerapan tenaga kerja lokal, terutama untuk bidang pekerjaan yang tidak memerlukan sertifikasi sangat tinggi. Untuk menjembatani kesenjangan keahlian, kami berencana menyiapkan program pelatihan khusus,” jelas Dedy.

Ditambahkannya ketika terdapat syarat keahlian tertentu, Pihaknya siap memfasilitasi pelatihan baik di dalam maupun di luar daerah.

Baca juga : Wujudkan Kekhusyukan Ibadah, Personel Polsek Lape Amankan Shalat Tarawih

“Meskipun berlokasi di Sumbawa, proyek ini diproyeksikan memberikan manfaat ekonomi yang luas, tidak hanya bagi skala kabupaten, tetapi juga untuk Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Indonesia secara umum,” terang Dedy.

Pembahasan lebih rinci mengenai porsi atau persentase tenaga kerja lokal akan terus didiskusikan seiring dengan matangnya perencanaan proyek. (SN/PKL-01)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *