SIAP SIAGA Perkuat Pengelolaan Risiko Bencana di Kabupaten Sumbawa

SIAP SIAGA Perkuat Pengelolaan Risiko Bencana di Kabupaten Sumbawa

Sumbawa, SelarasNews.id – Program SIAP SIAGA merupakan kemitraan antara Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia yang berfokus pada pengelolaan risiko bencana. Di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), program ini mendampingi sejumlah daerah, yakni Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Tengah, dan Kabupaten Sumbawa.

Policy and Planning Specialist SIAP SIAGA NTB, Prasetyo, yang ditemui media ini usai Rapat Koordinasi Forum Perangkat Daerah Urusan Kebencanaan dan Perubahan Iklim di Kabupaten Sumbawa pada Rabu, (04/03) menjelaskan pemilihan Kabupaten Sumbawa sebagai daerah dampingan merupakan permintaan langsung dari pemerintah daerah saat penyusunan rencana kerja tahunan.

Baca juga : FPRB Sumbawa Perkuat Ketangguhan Bencana Dari Desa

“SIAP SIAGA merupakan kemitraan antara Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia dalam pengelolaan risiko bencana. Di NTB, kami mendampingi Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Tengah, dan Kabupaten Sumbawa. Alasan kami memilih Kabupaten Sumbawa karena ini merupakan permintaan langsung dari pemerintah daerah saat penyusunan rencana kerja tahunan. Selain itu, Sumbawa memiliki potensi bencana yang cukup besar,” ujar Prasetyo.

Ia menjelaskan, berdasarkan capaian Indeks Risiko Bencana (IRB) tahun 2025, Kabupaten Sumbawa menjadi daerah dengan nilai tertinggi di NTB, yakni 199,4. Sementara untuk Indeks Ketahanan Daerah (IKD), Kabupaten Sumbawa termasuk dua terendah se-Provinsi NTB.

“Hal ini yang membuat kami menilai penting untuk melakukan intervensi di Sumbawa. Program SIAP SIAGA sendiri sebenarnya sudah berjalan sejak 2021, hanya saja untuk penyebarluasan informasi dan penguatan di Sumbawa mulai diintervensi secara intensif pada 2025,” jelasnya.

Baca juga : Pastikan Kesiapan Menuju PORPROV NTB 2026, KONI Kabupaten Sumbawa Laksanakan Verifikasi Cabor dan Atlet

Menurutnya, pendekatan yang dilakukan lebih menitikberatkan pada penguatan kapasitas kelembagaan, khususnya Organisasi Perangkat Daerah (OPD), agar mampu mengintegrasikan program pengurangan risiko bencana dalam kebijakan dan perencanaan daerah.

“Kami sering melakukan kegiatan penguatan kapasitas kelembagaan, khususnya OPD. Diharapkan dengan penguatan ini, OPD dapat menginformasikan dan mengintegrasikan program pengurangan risiko bencana di tingkat bawah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nurhidayat, menyampaikan bahwa kehadiran program SIAP SIAGA sangat membantu dalam pengelolaan manajemen bencana di daerah.

“Alhamdulillah, dengan keterlibatan seluruh instansi dan dukungan program SIAP SIAGA, pengelolaan manajemen bencana di Kabupaten Sumbawa menjadi lebih terintegrasi. Kami dapat menentukan sejak awal siapa berperan apa dan bagaimana pelaksanaannya di lapangan,” ungkap Dayat — sapaan akrab Kalak BPBD Kabupaten Sumbawa.

Baca juga : Disos Sumbawa: Warga Sakit Tetap Dilayani Meski Status PBI JKN Nonaktif

Ia menambahkan, koordinasi lintas sektor yang semakin baik akan mempermudah penanganan dan penanggulangan bencana ke depan, baik dari sisi sumber daya manusia maupun infrastruktur.

“Dengan kesiapan sumber daya manusia dan penanganan infrastruktur yang semakin baik, kami optimistis penanggulangan bencana di Kabupaten Sumbawa akan lebih cepat dan terkoordinasi,” tutup Dayat. (SN/PKL-06)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *