BMKG Ingatkan Masyarakat Sumbawa Waspadai Peralihan Cuaca

BMKG Ingatkan Masyarakat Sumbawa Waspadai Peralihan Cuaca

Sumbawa, SelarasNews.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai perubahan cuaca yang terjadi saat masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau di wilayah Kabupaten Sumbawa.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa, Samriyanto, mengatakan saat ini wilayah Kabupaten Sumbawa sedang berada pada masa transisi atau peralihan musim.

Baca juga : Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Optimis Capai Target 46 Persen, CKG Tahun 2026

“Untuk saat ini wilayah Kabupaten Sumbawa berangsur-angsur beralih dari musim hujan menuju musim kemarau,” ujarnya saat ditemui media ini pada Selasa, (10/03).

Ia menjelaskan, berdasarkan prediksi BMKG, awal musim kemarau di Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat diperkirakan mulai terjadi pada awal April 2026, tepatnya pada dasarian pertama atau sekitar tanggal 1 hingga 10 April.

Namun, terdapat beberapa wilayah di bagian timur Kabupaten Sumbawa yang diperkirakan mengalami awal musim kemarau sedikit lebih lambat.

“Khusus wilayah Sumbawa bagian timur seperti Plampang, Empang, dan Tarano, diprediksi awal musim kemarau terjadi pada dasarian kedua April, sekitar tanggal 11 hingga 20 April,” jelasnya.

Samriyanto juga menyampaikan bahwa musim kemarau tahun 2026 diperkirakan memiliki beberapa karakteristik yang perlu diwaspadai masyarakat. Salah satunya adalah awal musim kemarau yang diprediksi datang lebih cepat dibandingkan kondisi normal maupun tahun-tahun sebelumnya.

Baca juga : DBD Meningkatkan, Masyarakat Diminta Gencarkan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk

Selain itu, musim kemarau tahun ini diperkirakan akan lebih kering dari biasanya dan berpotensi berlangsung lebih lama.

“Untuk Kabupaten Sumbawa, diperkirakan musim kemarau bisa berlangsung sekitar delapan hingga sembilan bulan,” katanya.

Menghadapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat, khususnya para petani, untuk menyesuaikan jadwal tanam serta memilih varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kekeringan dan tidak memerlukan banyak air.

Baca juga : NTB dan Kemensos Perkuat Sinergi Penanganan Masalah Sosial dan Kemiskinan

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk lebih bijak dalam mengelola sumber daya air agar kebutuhan air tetap terpenuhi selama musim kemarau.

“Yang tidak kalah penting adalah mengantisipasi dampak kekeringan, baik pada sektor kesehatan, kebersihan lingkungan, maupun potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” tambahnya.

BMKG berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah antisipasi sejak dini agar dampak musim kemarau dapat diminimalkan.(SN/PKL-08)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *