Sumbawa, SelarasNews.id – Saat ini Kabupaten Sumbawa, mulai memasuki musim tanam kemarau 1 karena itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ni Wayan Rusmawati, meminta kepada petani untuk bijak dalam menentukan pola tanam dan menanam sesuai yang diarahkan penyuluh pertanian atau sesuai hasil rapat dengan UPTD pengairan.
“Memasuki musim tanam kemarau 1, petani di Kabupaten Sumbawa kami meminta bijak menentukan pola taman dengan memastikan kondisi dan ketersediaan air yang ada. Hal itu kami lakukan untuk mengurangi hal yang tidak diinginkan sebab prediksi BMKG akan terjadi kemarau panjang,” jelas Ni Wayan saat ditemui media ini di ruang kerjanya pada Selasa, (17/03).
Baca juga : Arus Mudik di Bandara Sumbawa Mulai Meningkat, Puncaknya di Terjadi Hari Ini dan Besok
Menurut Ni Wayan Kabupaten sumbawa merupakan daerah yang memiliki lahan pertanian terbesar di Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan luas lahan pertanian basah sebesar 54.918 Hektare dan lahan pertanian kering lebih kurang 83.000 Hektare.
“Pada musim tanam kamarau 1 ini, pada lahan basah biasanya didominasi komoditi padi, jagung maupun bawang merah. Sementara untuk lahan kering didominasi komoditi kacang hijau, hingga wijen, sayur, maupun palawija lainnya,” tambah Ni Wayan.
Baca juga : BAZNAS Sumbawa, Optimalisasi Zakat Untuk Pengentasan Kemisknan
Menurut Ni Wayan, hal itu penting dilakukan karena di tahun 2026 ini dari prediksi BMKG akan terjadi kemarau panjang yang lebih panas dari biasanya.
“Namun, dalam mengatasi kekeringan ini Kementerian Pertanian (Kementan) melalui dari Dinas Pertanian akan melakukan berbagai upaya, salah satunya menyiapkan paket bantuan seperti sumur dalam maupun dangkal hingga pendampingan bagi petani,” sambung Ni Wayan.
Baca juga : TPID Sumbawa Pastikan Harga Bapok Aman Jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah
Selain itu, pemerintah juga membantu menyediakan infrastruktur yang diperlukan bagi daerah-daerah terdampak, seperti pompanisasi dan pipanisasi. “Bantuan itu, digunakan untuk menarik air dari sumber-sumber yang ada, baik dari sungai maupun mata air yang ada,” tambah Ni Wayan.
Selain membangun bendungan dan sumur bor di wilayah yang terancam kekeringan jika lama tidak terjadi hujan dan terdapat sumber air akan dibantu dengan pompa serta irigasi perpipaan.
Baca juga : Berikan Perlindungan Bagi Atlet dan Official KONI Sumbawa Bekerjasama Dengan BPJS Ketenagakerjaan
“Pendampingan dan upaya untuk menggerakkan serta mengoordinasikan petani dan kelompok tani dalam mengatasi gagal panen pada musim tanam kemarau 1 harus kita lakukan secara bersama-sama,” pinta Ni Wayan.
Ni Wayan meminta masyarakat untuk selalu mengikuti arahan dari pendamping dan memantau informasi cuaca dari BMKG sehingga gagal panen dapat dihindari. (SN/01)

