BAZNAS Sumbawa, Optimalisasi Zakat Untuk Pengentasan Kemisknan

BAZNAS Sumbawa, Optimalisasi Zakat Untuk Pengentasan Kemisknan

Sumbawa, SelarasNews.id – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa, terus mengoptimalisasikan pengelolaan zakat sebagai upaya mengentaskan kemiskinan sekaligus menguatkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Sumbawa.

“Upaya tersebut kami lakukan melalui penguatan sinergi antarlembaga pengelola zakat, peningkatan literasi zakat di masyarakat, digitalisasi layanan zakat hingga penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) amil zakat,” ujar Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat.

Baca juga : TPID Sumbawa Pastikan Harga Bapok Aman Jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah

Ia mengatakan peningkatan kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah menjadi kunci utama dalam memperkuat peran zakat bagi kesejahteraan umat.

“Kesadaran itu, perlu didorong melalui berbagai upaya proaktif, salah satunya dengan mendekatkan layanan zakat langsung ke masyarakat di berbagai ruang publik,” sambung Dea Guru Syukri saat hubungi media ini pada Rabu, (18/03).

Menurut Dea Guru Syukri, penguatan zakat menjadi langkah strategis untuk membantu mengatasi persoalan kemiskinan yang hingga kini masih menjadi tantangan di Kabupaten Sumbawa maupun Indonesia secara umumnya.

Baca juga : Pemda Sumbawa Pastikan Distribusi Energi dan Sembako Terjaga Selama Libur Nyepi dan Idul Fitri

“Dalam beberapa tahun terakhir kemiskinan masih menjadi tantangan di Kabupaten Sumbawa, salah satu solusi yang dapat kami dorong adalah melalui penguatan zakat,” tambah Dea Guru Syukri.

Terdapat dua hal yang harus dilakukan bersama agar pengelolaan dan pendistribusian zakat berjalan efektif dan efisien, yakni penggunaan satu data terpadu dan terpusat bagi mustahik dan pendampingan berkelanjutan mustahik pada program pemberdayaan.

Dea Guru Syukri rahmat mengungkapkan penguatan tata kelola zakat ini, perlu didukung oleh pemanfaatan data yang terintegrasi agar penyaluran bantuan kepada mustahik lebih tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.

Baca juga : Berikan Perlindungan Bagi Atlet dan Official KONI Sumbawa Bekerjasama Dengan BPJS Ketenagakerjaan

Selain itu, penting juga pendampingan berkelanjutan kepada para mustahik agar program pemberdayaan zakat dapat memberikan dampak yang lebih berkelanjutan.

“Zakat bukan sekadar menemani orang miskin, tetapi menjadi instrumen transformasi agar terjadi perubahan hidup pada kelompok fakir dan miskin,” tutup Dea Guru Syukri. (SN/01)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *