Sumbawa, SelarasNews.id – Terjadinya Stunting di Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat, bukan hanya karena kekurangan gizi melainkan ada faktor lain seperti kurangnya hormon pertumbuhan, pola asuh dan kebiasaan yang kurang baik. Karena daerah ini menjadi salah satu penghasil bahan pangan dan pengayanggah pangan nasional.
Angka Stunting Kabupaten Sumbawa berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) sekitar 29,8 persen, Padahal Sumbawa sangat terkenal kesuburan tanahnya, begitupun etos kerja warga Sumbawa cukup terkenal.
Baca juga : Dikes Sumbawa Dorong SPPG Penuhi Standar Kesehatan
Alangkah sangat aneh, angka stunting yang selalu identik dengan kondisi kurang gizi, menimpa Kabupaten Sumbawa sementara daerah ini merupakan penghasil pangan seperti beras, ternak dan ikan. Bahkan setiap tahun selalu surplus.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Nur Atika, yang ditemui media ini pada Kamis, (30/10) mengatakan kondisi stunting atau gagal tumbuh tidak sepenuhnya disebabkan kurang gizi.
“Hal ini dapat terjadi ketika dihubungkan dengan fungsi growth hormone atau hormon pertumbuhan memegang peranan penting dalam pencegahan stunting,” ujarnya.
Baca juga : Tekan Stunting Perlu Upaya Terpadu Dari Semua Pihak
Hormon pertumbuhan justru tidak pernah tercermin dalam kebijakan program pencegahan stunting. Selalu yang ditekankan adalah kecukupan gizi. Padahal pelepasan pertumbuhan justru tidak berhubungan langsung dengan kecukupan gizi.
“Ada banyak faktor yang memengaruhi pelepasan hormon pertumbuhan. Seperti keseimbangan emosi, pola asuh dan lainnya,” jelasnya.
Selain itu, berikanlah porsi makan yang wajar pada ibu hamil, batasi waktu makan dari waktu tidur setidaknya 4 jam. Hal ini agar tubuh mengalami kondisi hipoglikemia yang merangsang pelepasan hormon pertumbuhan.
Baca juga : Junaedi: Tangani Stunting Perlu Kerjasama dan Gotong Royong Semua Pihak
“Seharusnya itu menjadi pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pencegahan stunting,” tambahnya.
Nur Atika mengungkapkan untuk mengatasi stunting ini perlu kerjasama semua pihak termasuk memberikan pemahaman pada orang tua, salah satu upaya sederhana dalam mencegah stunting adalah dengan memberikan gizi yang berimbang.
“Selain itu, kebijakan program pencegahan stunting juga mempertimbangkan hal tersebut. Bukan hanya kecukupan gizi tapi ketepatan pemberian asupan gizi dan pola asuh,” tutupnya. (SN/01)

