Memasuki Musim Hujan Kasus DBD Mulai Meningkat, Dikes Sumbawa Meminta Masyarakat Selalu Waspada

Memasuki Musim Hujan Kasus DBD Mulai Meningkat, Dikes Sumbawa Meminta Masyarakat Selalu Waspada

Sumbawa, SelarasNews.id – Memasuki musim hujan Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sumbawa mulai meningkat meningkat dari bulan sebelumnya. Pada bulan September 2025 tercatat terjadi 5 kasus dan pada Oktober 2025 meningkat menjadi 15 kasus.

Hingga saat ini pada tahun 2025 tercacat sebanyak 434 kasus DBD telah terjadi di Kabupaten Sumbawa Karena itu masyarakat diminta tetap waspada dan menjaga kebersihan lingkungan.

Baca juga : Polsek Moyo Hilir Sumbawa, Amankan Dua Terduga Pelaku Pencurian Gabah

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Sarip Hidayat, yang ditemui media ini pada Senin, (03/11) mengatakan saat mulai memasuki musim hujan ini terjadi peningkatan kasus dari sebelumnya 5 kasus pada September kemudian meningkat menjadi 15 kasus pada Oktober 2025.

“Untuk tahun ini, kasus DBD tertinggi terjadi pada bulan Februari yakni sebanyak 130 kasus, kemudian pada Januari sebanyak 101, Maret sebanyak 62 kasus, sementara pada bulan lainnya terjadi 5 hingga 35 kasus DBD,” ungkapnya.

Baca juga : Realisasi MBG Baru Mencapai 16,8 Persen, Pemda Sumbawa Ajukan Penambahan Puluhan SPPG

Peningkatan kasus DBD di Kabupaten Sumbawa terjadi karena beberapa faktor seperti curah hujan yang cukup tinggi, pemukiman padat penduduk dan kebiasaan membuang sampah di sembarang tempat.

“Hingga saat ini ada sebanyak 434 kasus DBD terjadi dan belum ada kasus meninggal dunia. Kasus DBD ini didominasi Anak usia pra sekolah hingga remaja,” jelasnya.

Baca juga : Stunting Terjadi Bukan Hanya Karena Kurang Gizi

Sari Hidayat menekankan diperlukan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan bahayanya DBD terutama pada kawasan padat pemukiman dengan tidak membuang sampah di sembarang tempat. Sebab dapat membantu mengurangi perkembangbiakan nyamuk terutama saat musim hujan seperti saat ini.

“Selain itu, di sekolah juga harus lebih intensif membersihkan lingkungan karena dominasi kasus DBD ini terjadi pada anak usia sekolah,” terangnya.

Baca juga : Tekan Stunting Perlu Upaya Terpadu Dari Semua Pihak 

Ia mengungkapkan seperti tahun sebelumnya kasus DBD tertinggi terjadi pada rentan waktu dari bulan Desember sampai dengan bulan Mei.

“Memasuki musim hujan seperti saat ini diperlukan adanya gerakan Jumantik yakni juru pemantau jentik di masing-masing rumah dan selalu menjaga kesehatan dengan membersihan lingkungan,” tutupnya. (SN/01)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *