BMKG Prediksi Awal Musim Hujan di Sumbawa Dimulai November Ini

BMKG Prediksi Awal Musim Hujan di Sumbawa Dimulai November Ini

Sumbawa, SelarasNews.id – Awal musim hujan di Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat diprediksi BMKG terjadi awal november 2025 ini. Selain itu, hujan juga diprediksi terjadi lebih lama dari sebelumnya yakni selama 4 hingga 6 bulan.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Muhammad Kararuddin Sumbawa memprediksikan awal musim hujan di kedua wilayah itu terjadi pada awal November ini.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa, Samriyanto, yang ditemui media ini di kantornya pada Rabu, (05/11) mengatakan berdasarkan pemantauan iklim terkini/l, sebagian besar wilayah Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat memasuki musim hujan pada awal November 2025 dan secara bertahap akan meluas ke semua wilayah pada periode november hingga Desember 2025.

Baca juga : Awal Musim Hujan di Sumbawa dan Sumbawa Barat Lebih Awal dan Lama

“Musim hujan kami prediksi berlangsung dari November 2025 hingga April 2026 dengan puncak hujan yang bervariasi sebagian besar terjadi pada Januari hingga Februari 2026,” ungkapnya.

Secara umum sifat hujan pada musim hujan tahun 2025 dan 2026 mendatang diprediksikan berada pada kategori normal yakni 69,5 persen yang artinya curah hujan musiman tidak jauh berbeda dengan biasanya. Namun, juga berpotensi mengalami musim hujan di atas normal.

“Dengan kondisi ini, potensi ancaman bahaya hidrometeorologi yang dapat menyebabkan dampak seperti banjir, banjir bandang, genangan air, tanah longsor dan angin kencang tetap perlu diwaspadai, terutama pada wilayah dengan prediksi curah hujan atas normal,” jelasnya.

Baca juga : Memasuki Musim Hujan Kasus DBD Mulai Meningkat, Dikes Sumbawa Meminta Masyarakat Selalu Waspada

Ia menambahkan penting adanya langkah antisipasi di berbagai sektor dalam menghadapi musim hujan ini.

Samriyanto mengimbau pemerintah daerah, sektor terkait dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan menyesuaikan kalender tanam pertanian, pengelolaan waduk dan irigasi, perbaikan drainase, pengendalian hama di perkebunan, hingga langkah mitigasi dampak ancaman bahaya hidrometeorologi harus dilakukan sejak dini agar dampak dapat ditekan.

“Seluruh pemangku kepentingan, baik itu pemerintah daerah maupun masyarakat luas untuk memanfaatkan informasi cuaca dan iklim yang disediakan BMKG sebagai dasar dalam perencanaan dan pengambilan keputusan,” pungkasnya. (SN/01)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *